KANALNEWS.co, Jakarta – Klub sepak bola asal Argentina, Boca Junior beberapa waktu lalu telah membuka Sekolah Sepak Bola (SSB) nya di Jakarta. Dan Senin kemarin, perwakilan Boca Juniors menyambangi kantor PSSI sebagai Federasi Sepak Bola Indonesiauntuk membahas pengembangan kerja sama dan dukungan program PSSI. Kedatangannya ke PSSI disambut Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin dan anggota Komite Eksekutif (Exco) bidang Timnas, Bob Hippy.

“Saya datang ke sini atas nama Presiden dan Chief Executive Boca Juniors. Saya ucapkan terima kasih kepada Mr. Sihar (sitorus, anggota Exco PSSI) yang mau bekerja sama dengan kami untuk membangun sekolah sepak bola di Indonesia,” ujar  kata

Oscar Acuino selaku International Coordinator of Boca Juniors Academy memberikan penjelasan
dalam jumpa persnya di kantor PSSI.

Boca Juniors Football Schools Indonesia (BJFSI) ini akan memberikan kesempatan kepada pemain muda Indonesia usia 4 hingga 17 tahun untuk menimba ilmu.  Dijelaskan Acuino, BJFSI akan menerapkan pendidikan sepakbola seperti yang dirasakan pemain kelas dunia semisal Diego Maradona, Gabriel Batistuta, Juan Roman Riquelme dan Carlos Tevez.

“Boca Juniors datang ke sini bukan hanya untuk memaksakan suatu sistem tapi untuk menerapkan suatu metode. Suatu budaya dan pola pikir Indonesia. Suatu misi yang dijalankan Presiden Boca, untuk mendidik anak yang masih muda,” ungkap dia.

Selain mengadopsi kurikulum, BJFSI juga akan mendatangkan langsung Daniel Ruiz yang merupakan pelatih junior dari Boca. “Nanti Ruiz akan melatih di indonesia selama setahun dia akan ditemani dengan Roberto Bianchi asal Spanyol (lisensi A-UEFA) dan Samuel Garcia dari Prancis (lisensi A-UEFA),” tuturnya.

Bahkan menurutnya, bukan tak mungkin siswa SSB tersebut akan dibawa untuk berlatih langsung ke Argentina. “Setelah sekolah berjalan, yang nanti terlihat lebih menonjol dan bagus bisa berlatih dan bermain ke Argentina,” ujar Acuino.

Namun untuk merealisasikan hal tersebut waktu yang dibutuhkan akan cukup panjang, yakni sampai sekitar empat tahun ke depan. Sedangkan untuk jangka pendeknya, BJFSI akan mengirimkan murid-muridnya yang akan disaring dalam sebuah tim untuk bertanding melawan Boca Junior di Argentina.

“Kita punya program, dalam 6 sampai 8 bulan ke depan untuk menyaring kualitas pemain yang ada di BJFSI yang akan pantauan langsung dari Boca. Untuk bermain melawan ke Boca Junior FC di Argentina,” ungkap Manajer Teknik BJFSI, Sony Agus Santoso.

Dikatakan pula oleh Sonny, saat ini telah terdapat satu SSB Boca Junior yang berada di Markas Besar Angkatan Udara, Pancoran, Jakarta yang berdiri  26 Februari lalu. “Dalam empat bulan ke depan kami sudah berencana akan membuka serentak di 16 kota. Selain membina pemain usia dini, Academy Boca Junior juga akan melibatkan pelatih-pelatih lokal,” terangnya.

Sementara itu Ketua Umum PSSI Djohar Arifin menyambut baik mengenai adanya kehadiran BJFI itu. Karena ini merupakan kesempatan bagi anak-anak untuk bisa menyalurkan bakatnya di SSB, seperti BJFSI ini. Dan ini sangat menguntungkan Indonesia yang tengah berkonsentrasi untuk membina pemain sejak usia dini.

“Saya sangat mendukung kerja sama ini. Karena di Boca tiap tahun banyak klub-klub Eropa yang membidik para pemain yang ada di Boca. Dan itu akan menjadi peluang bagi murid-murid di Indonesia yang ikut SSB di Boca untuk bisa dilihat tim-tim Eropa. Apalagi konsentrasi kita saat ini adalah pembinaan usia dini,” tutur Djohar. Ranoe Nirawan