KANALNEWS.co, Tokyo – Pembentukan Task Force (Satuan Kendali) yang dibentuk pemerintah untuk menyelesaikan kisruh sepakbola nasional, dianggap FIFA sebagai intervensi pemerintah.
Sekjen PSSI Halim Mahfudz melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (12/12) malam WIB, mengungkapkan, PSSI sudah bertemu Vice Presiden FIFA, Prince Ali. PSSI yang dipimpin Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, membahas ancaman sanksi yang mengancam sepakbola nasional.
Dalam pesan Halim ditegaskan, FIFA melihat kebijakan Plt. Menpora Agung Laksono yang membentuk Task Force, suatu hal yang membahayakan. Menurut Prince Ali seperti dikutip Halim, niat membentuk Task Force oleh pemerintah dianggap intervensi karena sudah masuk terlalu dalam ke masalah sepakbola.
Mengenai kemungkinan sanksi FIFA terhadap sepakbola Indonesia, seperti yang tengah ramai dibicarakan di Indonesia, Halim Mahfudz mengatakan, “Soal sanksi, sampai saat ini kami berbicara baik-baik saja dengan beberapa anggota Exco FIFA.,” kata dia.
Sepakbola Indonesia mengalami masalah organisasi dan berlarut-larut, seperti dualisme kompetisi, yakni Liga Super Indonesia dan Indonesian Primier League. FIFA meminta hal ini diselesaikan, dan diberi batas waktu hingga 14 Desember mendatang. Jika tidak, FIFA kemungkinan memberi sanksi.*





































