KANALNEWS.co, Jakarta – Tim lobi PSSI mulai Senin (26/12), bergerak mendatangi klub-klub yang berkompetisi di Liga Super Indonesia (ISL). Walau sulit, namun  PSSI harus bekerja guna meyakinkan anggota-anggotanya  untuk kembali ke kompetisi resmi  Indonesian Premier League (IPL)

djohar
.

Tim lobi PSSI beranggotakan 10 orang. Farid Mubarok ditunjuk sebagai Koordinator Tim  yang nantinya akan mendatangi  klub-klub  yang berkompetisi di breakway league (liga tandingan) itu. Tugas pertama, datang ke Sriwijaya FC Palembang, lalu keesokan harinya  ke Pekanbaru untuk bertemu manajemen PSPS Pekanbaru.

Selain Sriwijaya FC dan PSPS Pekanbaru, tim juga akan datang ke klub breakway-league lainnya, yakni Pelita Jaya, Deltras Sidoarjo, Persela Lamongan, Persipura Jayapura, Persiwa Wamena maupun Persib Bandung. Tim datang langsung sehingga bisa berdialog dengan pengurus klub-klub tersebut.

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin yang dihubungi lewat seluernya, Minggu (25/12) sore, menjelaskan, FIFA memberi PSSI waktu sepekan  merangkul klub-klub tersebut untuk kembali ke liga resmi. Namun demikian, PSSI masih memberi kelonggaran menjadi dua pekan terkait musim libur akhir tahun.

“FIFA memang tegas kepada kita hanya sepekan, tapi kami harus menyakinkan FIFA bahwa pada saat ini musim libur. Banyak  pengurus klub yang berlibur sehingga kami toleransi dua pekan sejak surat  dikeluarkan (26/12),” kata Djohar Arifin Husin.

Djohar mengakui, tugas tim untuk menyakinkan klub-klub tersebut sangat berat. Tetapi, PSSI akan menjalankan permintaan FIFA, namun jika kemudian nanti klub-klub itu tidak mau bergabung, maka langkah PSSI harus menghukum  klub-klub tersebut.

Dengan demikian, kata Djohar Arifin, FIFA nantinya tidak akan menghukum Indonesia kalau mereka tidak mau bergabung ke liga resmi PSSI. “Kami sangat mengharapkan pengurus klub-klub itu jangan hanya berpikir sesaat, tapi berpikirlah  jauh ke depan,” kata dia.

Menurut Djohar, pengurus klub itu tidak hanya bertanggung jawab kepada dirinya tetapi juga kepada bangsa Indonesia secara umum. Lebih khusus lagi harus bertanggung jawab kepada masyarakat sekitar maupun suporter.

Seperti diketahui, FIFA pada 21 Desember lalu mengeluarkan surat yang menyatakan kompetisi Liga Super Indonesia ilegal. PSSI diminta merangkul mereka dalam sepakan ke depan, dan membereskan kisruh sepakbola nasional sebelum berakhir Maret 2012.(kn)