KANALNEWS.co – Jakarta, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo khawatir jika pelaksanaan pesta olahraga Islamic Solidarity Games tetap di Riau,  ajang tersebut akan berakhir di Kuningan (kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jakarta, Jl. HR Rasuna Said Kuningan Jakarta).

“Jangan sampai ISG itu dibuka di Pekanbaru dan ditutup di KPK,” kata Roy Suryo usai bertemu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (30/4/2013).

Menurutnya, pesta  olahraga yang diikuti 50 negara peserta OKI seharusnya dilaksanakan di Pekanbaru, Riau pada 6-17 Juni 2013, namun untuk menjaga nama baik Indonesia di mata dunai, ISG dipindahkan ke DKI Jakarta.

Roy menambahkan, ada beberapa hal yang menyebabkan pelaksanaan ISG dipindah, di antaranya fasilitas olahraga di lokasi yang dulunya tempat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 tersebut dirasa tidak mumpuni.

“Apalagi banyak venue (arena) yang tidak memenuhi syarat internasional seperti kurang dalam. Bahkan dari Islamic Solidarity Sport Federation memang memberikan catatan yang banyak untuk menggelar di Pekanbaru,” katanya. Islamic Solidarity Sport Federation meminta pihak Indonesia untuk tidak menyelenggarakannya di Pekanbaru.

Selain itu juga masalah belum selesainya perkara penyelesaian hutang sebesar Rp240 miliar saat pembangunan sarana olahraga.

“Karena ada permasalahan, sampai saat ini belum lunas dan tidak mungkin terlunasi karena anggaran Rp240 miliar, panitia KSO sudah tutup stadion itu karena sudah tiga kali tidak dilunasi oleh panitia daerah,” katanya.

“Yang terakhir adalah yang membuat kami sulit adalah status Gubernur Riau, Rusli Zainal yang kemudian menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus yg lain,” katanya.

Islamic Solidarity Games akan dilaksanakan pada 22 September hingga 1 Oktober 2013.

 

Penulis : Setiawan Hadi