KANALNEWS.co, Jakarta – Pereli andalan Indonesia,Rifat Sungkar menyatakan kesiapannya untuk ikut serta bertarung di ajang seri World Rally Championship (WRC/kejuaraan reli dunia) 2012. Dengan didukung perusahaan pelumas dalam negeri, Pertamina, Rifat Sungkar yang akandidampini navigatornya asal Australia, Scott Beckwith akan bertanding di enam seri ajang WRC dengan bendera Fastron World Rally Team.

“Ini adalah mimpi saya untuk bisa tampil di ajang World Rally Championship. Ajang ini adalah panggung baru bagi saya dan tentunya menghadirkan tantangan yang jauh lebih tinggi serta memerlukan persiapan yang lebih matang dibandingkan dengan ajang-ajang reli selama ini. Inilah saatnya bagi saya untuk step up the game di panggung dunia” ujar Rifat Sungkar dalam jumpa persnya di Opus Cafe, Plaza Indonesia, Jakara Kamis (22/3).

Di ajang ini Rifat akan turun di kelas Production WRC (PWRC) dimana mobil yang dipakai oleh seluruh pesertanya adalah mobil hasil prosuksi pabrikan dengan modifikasi minimal dengan spesifikasi 2000 cc turbo 4 whell drive. Dimana selama ini mobil ini sering disebut mobil Grup N.

“Mobil yang saya pakai basicnya sama dengan yang saya pakai diajang APRC (Asia Pacific Rally Championship), namun kali ini saya tidak memakai Mitsubishi lagi. Di ajang ini saya akan memakai Subaru Impreza N15 WRX STi,” ujar Rifat sembari mengatakan mobil tersebut disiapkan oleh rumah modifikasi Symtech Racing yang bermarkas di Belgia.

Seri pertama di kejuaraan PWRC 2012 berawal dari Vodafone Rally de Portugal (29 Maret – 1 April), lalu Acropolis Rally, Yunani (25-27 Mei), berlanjut ke ADAC Rallye Deutschland Jerman (24-26 Agustus) dan ke Rallye de France-Alsace Perancis (4-7 Oktober). Menarik, Rifat yang mengakui bahwa ajang ini adalah salah satu mimpinya akan mentuntaskan sampai Rally d’Italia yang akan berlangsung di kepulauan Sardinia-Italia (18-21 Oktober) dan berakhir di Rally d’Espana di Soluo-Spanyol (8-11 November).

Dengan pengalaman bertarung di ajang Asia Pacific Rally Championship (APRC) selama enam musim sejak tahun 2006, Rifat tidak memiliki target muluk-muluk di ajang ini. “Seperti halnya di APRC dulu saat masih baru berada di urutan kelima, lalu naik keempat dan ketiga di APRC tahun 2011 lalu, maka di ajang ini saya berharap bisa masuk ke urutan lima besar klasemen di kelas PWRC. Kita bukanlah tim yang sangat besar, tapi kita punya kemampuan yang sangat besar,” ujar Rifat.

Walaupun ingin berada di urutan lima besar ia menyatakan tidak bisa turun dengan kemampuan 100 persen karena masih baru di ajang reli kelas dunia ini. Apalagi para persaingan di reli dunia ini tentu jauh di atas reli-reli yang sudah pernah ia ikuti sebelumnya.

“Ini kan baru pertama kalinya saya mengikuti PWRC. Kalau memaksakan diri adalah resiko yang besar. Yang penting kita tancap bendera Merah Putih saja dulu dan mengumpulkan data-data seperti pacenote, setting mobil dan kondisi lintasan. Saya harus adaptasi dengan mobil yang baru pertama kali saya pakai,” ujar Rifat menceritakan strateginya.

Apalagi dirinya juga belum memiliki pengalaman bertanding di keenam trek reli yang bakal dihadapi. Jadi rasanya memang benar jika ia tak boleh memaksakan diri agar tetap bisa bertanding sesuai rencana awal. “Semua ada tahapannya. Kami masih harus belajar lebih banyak. Bertarung di APRC adalah pengalaman berharga bagi saya untuk ikut ajang ini,” katanya sembari megatakan kalau dirinyaakan bertolak ke Portugal pada Jumat (23/3)  malam dengan maskapai KLM.

Sementara itu dalam kesempoatan yang sama, VP Lubricants Pertamina,  Supriyanto, mengatakan bahwa ajang ini menjadi kebanggaan Pertamina Pelumas yang sudah merambah mancanegara dan 3-4 tahun yang lalu menuju ke pasar dunia di 20 negara dengan 1,8 Triliun dari total angka penjualan.

“Kami bangga  Fastron menjadi World Class Company Productia jelaskan bahwa Fastron dari Pertamina. Karena Fastron diterima oleh pasar luar negeri dengan SN atau API-nya yang terbaik dari 20 negara tersebut seperti Jepang, Australia, Singapura dan negara maju lainnya,” papar Supriyanto sumringah.

Ketika ditanya tentang budget sponsor untuk Rifat, ia pun menjawab bahwa tahun ini ada budget Rp. 5,25 miliar untuk mendukung Rifat. “Dana sebesar itu untuk dipergunakan selama enam seri,” ujanrya.

Seperti diketahui, reli Portugal ini akan diikuti sebanyak 115 perreli yang berasal dari 28 negara. Rally de Portugal sendiri merupakan seri ke-4 dalam kalender WRC 2012. Rally de Portugal berjarak total 1.564,26 kilometer yang terbagi dalam 22 SS. Dimana 3 SS akan dilakukan pada malam hari. Ranoe Nirawan