KANALNEWS.co, Farao – Pereli Indonesia, Rifat Sungkar dengan didampingi navigatornya asal Asutralia, Scoot Beckwith sejak Senin (26/3)  hingga Selasa lalu telah melakukan survei lintasan sebelum melakukan pertarungan dalam ajang Vodafone Rally de Portugal yang akan berlangsung pada tanggal 29 Maret – 1 April 2012 di Lisbon dan Faro, Portugal. Ini adalah keikutsertaan untuk pertama yang dilakukan Rifat di ajang salah satu seri World Rally Championship (WRC) musim 2012 ini.

Rifat yang bernaung dibwah bendera Fastron World Rally Team ini terdaftar sebagai salah satu pereli yang memperebutkan gelar WRC Rally Class, yaitu peserta yang menggunakan kendaraan Group N / 2000cc Turbo 4WD dan merupakan kejuaraan baru yang diperebutkan di kejuaraan dunia (WRC) 2012 ini. Rifat sendiri di ajang tersebut menggunakan kendaraan Subaru Impreza WRX STR 12 yang diracik oleh rumah modifikasi Symtech Racing yang bermarkas di Belgia.

Dijelaskan Rifat, survey lintasan hari Senin lalu yang bertipe gravel ini dilakukan didaerah ,Gomes Aires, Santana Clara, Ourique , Almodovar, Silves dan Santa de Serra sepanjang 620,36 km dilakukan hingga malam hari, dengan cuaca berkisar 15°C – 20°C. Sedangkan survey hari Selasa dilakukan di daerah Tavira, Alcarias, S.Bras de Alportel sejauh 451,79 kilometer.

“Lintasan yang kita survey bertipe hard base, cenderung berdebu dan berbatu. Kecepatan kendaraan akan sangat bervariasi, karena lintasannya menggabungkan lintasan terbuka yang lebar, jalur yang sempit, serta naik-turun perbukitan dengan jalan berliku,” ujar Rifat dalam surat elektroniknya kepada KANALNEWS.co  Selasa (27/3) malam.

Dikatakan Rifat, nuansa reli itu sendiri sangat terasa didaerah ini yang sudah lebih dari delapan tahun digunakan untuk reli kelas dunia ini. Suhu udara di Portugal sendiri mencapai 20°C di siang hari dan 5°C di pagi hari, tidak menjadi kendala bagi dirinya untuk menyesuaikan diri dengan kondisi medan.

“Yang akan menjadi tantangan di reli Portugal ini adalah debu yang beterbangan akibat dilewati mobil sebelumnya, karena akan mengganggu jarak pandang. Padahal kita akan berusaha untuk memacu mobil dengan kecepatan maksimum, sementara interval waktu antar peserta cuma 1 menit,” ujar juara reli  nasional tiga kali ini.

Sementara Scott menambahkan bahwa pembuatan panduan lintasan atau yang dikenal dengan istilah pacenote dapat berjalan dengan lancar, mengingat seluruh lintasan trayek khusus (special stage) telah diinformasikan oleh penyelenggara melalui website satu bulan lalu, sehingga Fastron World Rally Team hanya perlu melakukan sedikit perbaikan di pace note tersebut. “Karena ini merupakan kali pertama kami masuk dalam lintasan tersebut, maka survey dilakukan dengan kecepatan rendah sekitar 50-60 km/jam),” ujar Scoot. Ranoe Nirawan