KANALNEWS.co, Jakarta – Keseriusan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 dibuktikan dengan terus dikebutnya renovasi dan pembangunan sejumlah venue untuk menggelar pesta olahraga terbesar se-benua Asia itu.
Pada Sabtu, 4 Maret 2017, INASGOC (Indonesia Asian Games Organizing Committee) selaku panitia penyelenggara ASIAN Games di Jakarta dan Palembang melakukan peninjauan lokasi yang akan digunakan sebagai arena pertandingan dan venue yang dikunjungi adalah kompleks Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.
Bersama sejumlah perwakilan Technical Delegate dan media, Kanalnews.co juga berkesempatan ikut melihat secara langsung renovasi sarana olahraga yang dibangun pada masa Presiden Soekarno itu. Pemantauan pembangunan ini juga dihadiri PPK GBK dan pihak lainnya untuk memastikan semua pembangunan dalam trek yang benar dan sesuai dengan perencanaan awal.
Venue pertama yang ditinjau rombongan yang menggunakan dua bus sedang dan beberapa mobil pribadi itu adalah lapangan tennis yang kini beralih fungsi menjadi venue baseball dan voli Indor.
Tidak ada perubahaan besar pada venue tennis indor yang kini beralih fungsi menjadi venue voli indor. Hanya pada atap yang mengalami perubahan besar. Sebelumnya venue atap yang menutup semua ruangan kini berubah menjadi atap simetris dan lebih mirip rumah limas yang mampu mengalirkan sirkulasi udara dari luar.
Kemudian rombongan melanjutkan peninjauan ke kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno. Stadion kebanggaan milik Indonesia itu tengah direnovasi total. Rumput ditengah lapangan kini tengah ditanami, drainase diperbaiki untuk menghindarkan lapangan dari genangan air, dan juga kursi penonton yang selama ini menggunakan kayu diganti dengan kursi singel dan diperkirakan usai renovasi SUGBK akan menampung sebanyak 80 ribu penonton.
“Saat ini kami sedang mengerjakan perbaikan tribun di atas dan pemasangan kursi. Saat ini sudah datang 40 ribu kursi, dari total 80 ribu kursi. Untuk lapangan, pertengahan bulan ini akan selesai menaruh pasir, akhir bulan mulai penanaman rumput,” katanya.
Selain itu pengelola juga berencana akan memasang lift dan genset stadion. Nantinya akan ada empat unit lift yang terdapat di sisi barat dan timur dan untuk pengerjaan lift ini sendiri akan dimulai pada akhir Mei mendatang.
“Rata-rata progres pembangunan stadion utama GBK sudah 30 persen, bahkan lapangan ABC sudah 40 persen. Saya perkirakan pada 9 Oktober mendatang semua akan selesai,” ujar Manajer Proyek Wardana kepada wartawan.
Tak hanya memanjakan penonton dengan mempersiapakn lift passenger, sejumlah teknologi canggih juga nantinya akan terdapat di stadion Gelora Bung Karno. Selain itu pengelola juga akan mengaplikasikan jaringan internet (Wi-Fi) dengan kecepatan koneksi canggih, building management yang canggih untuk keamanan dan tata lampu yang berteknologi tinggi.
Selain itu, pengelola juga memastikan kompleks SUGBK adalah area steril tak ada laga pagar yang membatasi. Dan nantinya hanya penonton yang memiliki tiket yang bisa masuk dan mengelilingi stadion. Selain itu pengelola juga menyediakan beberapa tenant untuk memudahkan pengunjung baik hanya sekedar bersantai atau menyantap makanan ringan dan berat.
Puas mengelilingi SUGBK, rombongan kemudian beralih ke Istora Senayan yang akan digunakan untuk venue bulutangkis dan Taekwondo. Kesan pertama di venue yang menyimpan sejarah luar biasa bagi bulutangkis Indoensia adalah berbagai kejuaraan bulu tangkis pernah diselenggarakan di Istora Senayan sebut saja Piala Thomas dan Uber, Piala Sudirman, Kejuaraan Dunia, dan Indonesia Terbuka.
Kesan pertama adalah venue ini kembali keasalnya. Bangunan yang menutupi tangga naik penonton yang selama ini menjadi plasa kini sudah di bongkar habis. Atap khas Istora Senayan yang berbentuk zig-zag masih tetap dipertahankan hanya direnovasi untuk lebih memperkuat.
“Perombakan ini akan mengembalikan fungsi asli Istora Senayan seperti tahun 1962 buatan arsitek Uni Soviet,” kata salah seorang pemandu yang menjelaskan soal proyek renovasi tempat tersebut.
Selain itu Ia juga menjelaskan, Istora Senayan nantinya akan memiliki lounge pemain, serta ruang khusus untuk wasit dan perangkat pertandingan lain. Lahan parkir Istora Senayan yang sebelumnya terlihat semrawut turut dirombak. Nantinya bakal disediakan parkir khusus utuk atlet dan penonton, kemudian di bagian luar gedung juga akan diperluas dengan membangun tempat di sebelah barat Istora Senayan untuk menampung pedagang.
Venue terkahir yang dikunjungi oleh rombongan adalh aquatic yang terletak di sebelah barat Istora Senanyan. Salah satu cabang olahraga yang paling banyak menyediakan medali itu terus berbenah. Salah satunya dengan menambah atap bangunan. Nantinya venue ini akan menjadi semi indor pasalnya atap yang tengah dibangun akan menutupi sebagian besar venue, namun pihak pengembang memastikan alur sirkulasi udara akan membuat penonton lebih nyaman dalam menyaksikan pertandingan. (Herwan)







































