Dok Kemenpora

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengucapkan terima kasih kepada Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda setelah mengapresiasi atas keberhasilan atlet Paralimpiade Tokyo 2020 yang meraih 9 medali dengan 2 emas, 3 perak dan 4 perunggu.

“Terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan oleh Ketua Komisi X DPR RI atas keberhasilan Kontingen Indonesia dalam Paralimpiade Tokyo 2020 dengan raihan  2 emas 3 perak dan 4 perunggu. Ini adalah loncatan yang sangat luar biasa,” ujar Menpora Amali.

“Karena pada saat Olimpiade di Rio de Janeiro tahun 2016, Indonesia hanya mengirimkan 9 atlet. Sedangkan di Paralimpiade Tokyo mengirim 23 atlet,”

Terkait peringkat, Menpora Amali juga mengatakan terjadi peningkatkan dibandingkan di Parlimpiade Rio de Janeiro 2016, Indonesia berada di peringkat  76. Namun di Paralimpiade Tokyo peringkat Indonesia melonjak ke 43. Ini disebutnya melebihi target di DBON.

“Ini artinya target Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020 sudah melampaui target yang  awalnya peringkat 60 tapi hasilnya kita meraih peringkat 43. Hal ini patut saya syukuri,” ucapnya.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa tidak banyak informasi yang beredar di masyarakat tentang keberadaan atlet paralimpiade Indonesia. Oleh karena itu, ia pun memberikan sedikit gambaran dengan keberadaan atlet para games Indonesia.

“Sedikit saya informasikan bahwa Pelatnas Paralimpiade di tempatkan di Kota Solo. Kenapa pilihannya di Solo, karena disana ada rumah sakit Ortopedi Prof.DR.R. Soeharso yang salah satu tugasnya menangani kaum difabel. Dan hal-hal yang berurusan dengan cedera, recovery dam lain sebagainya sehingga sangat cocok untuk atlet- atlet para games kita,” ujarnya.

“Selain itu, atlet para games  ini mendapat dukungan penuh dari  Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) khususnya untuk sport science. Jadi para atlet para games kita ini mereka benar-benar sudah menggunakan sport science dan disupport penuh oleh UNS,” tambahnya.

Menpora Amali juga mengatakan bahwa atlet olimpiade dengan paralimpiade juga tidak dibedakan. Semua dimatanya sama.

“Pemerintah tidak membedakan atlet paralimpiade dengan olimpiade. Semua kami fasilitasi dari mulai try out sampai ikut kualifikasi di fasilitasi oleh pemerintah,” jelasnya.

Menpora juga mengatakan bahwa semangat atlet paralimpiade sangat luar biasa. Mereka ingin menunjukan kepada publik bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi.

“Dan ini saya kira hasil perjuangan mereka dan arahan Presiden Joko Widodo kita tidak boleh membedakan mereka dan kami juga memberikan ruang di dalam DBON dengan target terbaru untuk mereka supaya ada kesinambungan prestasi,” tutupnya. (ads)