KANALNEWS.co., Jakarta – Putri teknokrat olahraga MF SIregar, Lisa mengaku kecewa dengan penggambaran ayahnya dalam film biopic Susi Susanti Love All yang kini tengah beredar.

Film produksi 2019 ini bercerita tentang kisah hidup legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti. Sejak masa kecilnya di Tasikmalaya, awal karirnya di Piala Sduirman 1989 serta puncak karir saat mearih medali emas Olimpiade Barcelona 1992. Film yang juga merupakan “love story” ini juga menitikberatkan pada kisah percintaan antara Susy dan suaminya sekarang, Alan Budikusuma yang sudah dimulai sejak keduanya bertemu di Pelatnas Senayan dan kemduian berlanjut di Cipayung.

Film yang dibintangi Laura Basuki dan Dion Wiyoko ini memang berpusat pada si pemeran utama. Bukan hanya kisah cinta, tetapi juga masalah dalam keluarga mau pun yang dirasakan Susy dan keluarga sebagai nwarga keturunan. Sayangnya, karena terlalu terpaku untuk menyampaikan pesan tentang segala ketimpangan yang dihadapi Susy, film jadi mengabaikan akurasi dari fakta sejarah terutama berkaitan dengan keberhasilan prestasi Susy.

Salah satu fakta sejarah yang terabaikan terjadi pada figur Mangombar Ferdinand (MF) Siregar. Beliaulah yang mendapat tugas dari Ketua Umum PBSi saat itu, Try Sutrisno untuk mewujudkan ambisi besar merebut medal emas Olimpiade pertama buat Indonesia tentunya melalui cabang bulu tangkis. Dalam buku biografi Siregar,”Matahari Olahraga Indonesia” disebutkan bahwa tugas ini dirasa berat oleh Siregar yang bahkan membuatnya harus menjalani operasi jantung.

Karena kondisi fisik Siregar yang belum pulih, ia dilarang untuk mendampingi para atlet berlaga di Barcelona. Digambarkan S‏iregar mengetahui keberhasilan Susy meraih medali emas Olimpiade setelah diberitahu oleh Richard Mainaky yang menyaksikan siaran langsung pertandingan final bulu tangkis melalui televisi di Pelatnas Cipayung. Jadi tidak ada adegan Siregar bersorak bersama Try Sutrisno di tepi lapangan di Barcelona.

Lisa Siregar yang telah berusia 72 tahun dan kini melatih renang di California Baptist University (CBU) mengaku mendengar tentang adaaaya kesalahan penggamabaran sosok ayahnya yang telah meninggal dunia pada 2010 lalu itu. Apalagi pada film tersebut, Siregar yang diperankan oleh Lukman Sardi digamabrkan memelihara janggut. Sesuatu yang berbeda dengan sosok Siregar yang klimis.

“Sayang saja keluarga tidak diberitahu selama pembuatan film,” kata Lisa melalui medsos. “Setidaknya kita kan bisa memberi masukan.” Lisa Siregar yang telah belasan tahun bermukim di AS pernah mengatakan masa-masa ayahnya sakit saat menangani tim Olimpiade Indonesia ke Barcelona memang merupakan masa yang berat buat keluarganya.

MF Siregar meninggal dunia di Jakarta pada 2010 lalu dalam usia 82 tahun, setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit akibat mengalami stroke (Tjahjo)