KANALNEWS.CO., Jakarta – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) akan memberi dukungan kepada atlet bulu tangkis yang terkena sanksi dari federasi bulu tangkis dunia (BWF).

Kepala bidang Humas dan Media PP PBSI, Broto Happy Wondomisnowo menyebut pihak PP PBSI akan mendukung apabila ada pemain yang tidak terima dengan sanksi BWF ini dan berniat mengajukan banding ke pengadilan arbitrase olahraga (CAS).

“Sejauh ini baru Agri yang berniat mengajukan banding ke CAS. Kita masih lihat, dukungan apa yang akan diberikan kepada pemain klub Berkat ABdi Banjar ini,” jelas Broto Happy, Sabtu (9/1/2021).

Agri yang dimaksud adalah Agripinna Prima Rahmanto Putra (AP), satu dari 8 pemain yang dianggap terbukti bersalah melanggar reguklasi BWF berkaitan dengan pengaturan skor, manipulasi hingga perjudian dalam pertandingan bulu tangkis resmi BWF.

Nama lainnya ynag terlibat adalah Hendra Tandjaya (HT), Ivandi Danang (ID), Androw Yunanto (AY), Serkartaji Putri (SP), Mia Mawarti (MM), Fadila AFni (FA) dan Aditiya Dwiantoro (AD)).

Melalui keterangan resminya, Jumat (08/01/2021), PBSI menjelaskan ketika mereka melakukan tindakan yang mencederai sportivitas pada 2015 hingga 2017, kedelapan atlet tersebut juga tidak berstatus sebagai anggota tim nasional penghuni Pelatnas Cipayung.

“PBSI mengutuk perbuatan tercela tersebut yang telah mencederai nilai-nilai luhur olahraga yang seharusnya dijunjung tinggi oleh setiap atlet, seperti sportivitas, fair play, menghormati, jujur, dan adil,” ungkap Broto.

Namun Broto mengakui bahwa pihaknya belum tahu dukungan apa yang akan diberikan kepada pemain yang berniat mengajukan banding. “Ini kasus pertama yang dihadapi BWF dan tentu saja PBSI. Jadi belum ada kasus sebelumnya. Beri waktu kami mempelajarinya dulu,” ungkap Broto lagi.

BWF mengumumkan keterlibatan delapan pebulu tangkis Indonesia dalam praktik match-fixing atau pengaturan skor pertandingan demi uang. BWF menyebut bahwa kedelapan pemain itu terbukti melanggar regulasi terkait pengaturan skor, manipulasi, hingga perjudian dalam pertandingan bulu tangkis berdasarkan hasil investigasi dan wawancara pelaku.

Atas pelanggaran tersebut, panel menjatuhkan sanksi mulai dari denda uang dengan besaran 7.000 dolar AS (Rp99 juta) sampai 12.000 dolar AS (Rp170 juta), hingga larangan bertanding seumur hidup.