KANALNEWS.co, Jakarta – Museum Olahraga Nasional (MORA) yang terletak di dalam kompleks Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur dalam rangka pelaksanaan program kerja tahun anggaran 2017 berencana kembali melengkapi koleksi atlet-atlet yang telah mengukir prestasi di kancah dunia dengan melakukan kegiatan pengadaan koleksi olahraga prestasi.

“Tahun ini kami menargetkan akan menambah 30 koleksi atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama bangsa di berbagai event olahraga internasional,” kata Herman Chaniago, Kepala Museum Olahraga Nasional di TMII, Kamis (16/2/2017).

Herman menjelaskan kriteria khusus atlet berprestasi yang akan menjadi penghuni MORA adalah Atlet yang pernah menjadi juara atau meraih medali di berbagai event olahraga baik single event maupun multi event untuk tingkat Asia, kejuaraan dunia hingga olimpiade dari cabang terukur dan permaianan.

Beberapa koleksi atlet yang akan kini tengah dibidik oleh MORA yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pemuda dan Olahraga diantaranya koleksi Taufik Hidayat, peraih medali emas olimpiade Athena 2004 pada cabang olahraga bulutangkis; kemudian Raema Lisa Rumbewas peraih medali perak olimpiade Athena 2004 dari nomor angkat besi.

Menurut Herman, tak hanya membidik peraih medali olimpiade, pihaknya juga akan melakukan pendekatan kepada Icuk Sugiarto juara dunia bulutangkis 1983 dan Lim Swie King juara All England tiga kali 1978, 1979 dan 1981.

“Kami memilih atlet dengan prestasi dunia dan olimpiade yang akan ditampilkan dan menjadi tata pamer museum untuk memacu generasi penerus bangsa meneladani dan mencontoh para juara. Prestasi tertinggi olahraga adalah medali olimpiade dan juara dunia. Kami berharap bertambahanya koleksi atlet berprestasi ini akan membuat generasi penerus menggantungkan cita-cita prestasi tertinggi dengan meraih medali olimpiade,” kata Herman lebih lanjut.

Selain peraih medali olimpiade dan juara dunia, MORA membidik olahraga terukur dengan memasukan nama atlet muda Rio Haryanto, satu-satunya pebalap Indonesia yang mampu berlaga di ajang jet darat formula satu serta Aero Sutan Aswan, juara dunia jet ski 2014 dan peraih emas Asian Beach Games 2010.

“Ada 45 daftar atlet pada pengadaan koleksi 2017 yang nantinya akan kami kerucutkan menjadi 30 atlet yang akan menjadi tata pamer di museum,” jelasnya.

Herman berharap, museum olahraga kedepannya akan menjadi one stop service dimana selain sebagai sarana edukasi, museum juga akan dilengkapi dengan trend masa kini diantaranya mall, cafe maupun fasilitas modern lainnya.

“Nantinya, pengunjung yang mengunjungi ke museum juga dapat menikmati yang lainnya. Kedepannya museum tidak hanya menyimpan benda-benda kuno,” demikian Herman. (Herwan)