KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menilai sistem hukum kompetisi sepak bola di Indonesia masih lemah dan harus diperbaiki. Hal ini merujuk pada aksi pemukulan yang di lakukan oknum suporter kepada suporter lawan pada laga Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.
“Sistem hukum pada kompetisi liga sepak bola saat ini layak dibenahi. Satu kelemahan di sistem yang ada saat ini, jika belum ada laporan dari panitia, aparat hukum tidak bisa bertindak. Itu yang ke depannya harus berubah,” kata Imam di Jakarta, Kamis (27/5/2016).
Menpora mencontohkan jika terjadi pemukulan atau pengeroyokan maka seharusnya langsung bisa diadili hukum karena sudah terlihat bukti tindakannya. Padahal menurut dia seharusnya penindakan bisa segera dilakukan tanpa menunggu proses laporan.
“Siapa pun yang melanggar hukum harus ditindak. Lebih baik kita tetap di ranah hukum, sehingga tidak boleh lagi ada pelecehan terhadap pemain hingga ofisial agar tidak akan ada kesempatan untuk melakukan kekerasan,” tegas Imam.
Ditempat terpisah, Direktur Kompetisi dan Regulasi PT GTS Ratu Tisha Destria mengatakan peningkatan keamanan adalah bukan soal penambahan jumlah aparat keamanan.
“Peningkatan keamanan itu soal teknis, yang terpenting adalah kami harus paham soal sosial budaya, dan latar belakang masing-masing kedua kubu, itu hal yang lebih penting untuk antisipasi,” kata Tisha.
Dia mengaku sudah memegang semua data, berkas dan kronologi kerusuhan antara pendukung PS TNI dan Persegres Gresik United. (Herwan)




































