Kanalnews.co, JAKARTA– Mundurnya Indonesia di ajang All England 2021 menjadi pelajaran berharga. Menpora Zainudin Amali berharap kejadian serupa tak terulang di cabor lainnya.

Indonesia terpaksa angkat kaki dari All England 2021 setelah diketahui rombongan Merah Putih berada satu pesawat dengan orang yang positif Covid-19.

“Ini menjadi catatan kita dan akan kami sampaikan kepada pimpinan-pimpinan federasi nasional, untuk berkomunikasi terus-menerus dengan federasi internasionalnya agar hal serupa seperti di bulutangkis ini tidak terjadi lagi,” ujar Menpora Amali.

Dia pun meminta kasus tersebut bisa ditelusuri lebih dalam. BWF juga diharapkan bisa lebih serius dalam melakukan komunikasi.

“Sebab, jika kita sudah persiapkan dengan baik dan semua sudah oke, tapi muncul hal seperti ini, pasti akan muncul demoralisasi dari pelatih, pemain bahkan mungkin dari keluarga,” wanti Menpora geram.

“Saya sangat menyayangkan atas apa yang dialami oleh tim bulutangkis kita. Hal ini tidak boleh terulang lagi. Oleh karena itu kita harus memastikan kejadian sebenarnya seperti apa,” lanjutnya.

Cabor bulutangkis, diakui Menpora Amali masuk di rangking pertama 14 cabor unggulan dalam desain besar olahraga nasional. Dia pun mewanti-wanti adanya demoralisasi akibat dari perlakuan tidak adil BWF terhadap tim bulutangkis Indonesia yang batal ke All England.

“Di dalam Desain Besar Olahraga Nasional, kami tempatkan 14 cabor unggulan. Dan bulutangkis ini dirangking pertama. Kalau setiap kita bertanding mendapatkan perlakuan tidak adil seperti ini, itu akan berakibat kepada demoralisasi dari pelatih, dari pemain, bahkan mungkin dari keluarga,” sambungnya.

Menpora Amali juga akan bergerak cepat untuk berkomunikasi dengan Dubes Indonesia di London

“Kepada Dubes, saya akan tanya dan kepada teman-teman PBSI juga akan saya dorong berkomunikiasi dengan BWF baik yang internasional maupun Asia. Terlebih Presiden BWF Asia adalah orang kita Mas Anton Subowo. Semoga beliau bisa bantu meng-clear-kan ini, tidak hanya clear tapi juga jangan sampai terulang lagi,” pesan Menpora Amali. (bnd)