
Kanalnews.co, JAKARTA- Indonesia kembali mencatatkan namanya di panggung olahraga dunia. Untuk pertama kalinya, Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik digelar di Tanah Air, tepatnya di Indonesia Arena Jakarta. Menpora RI Erick Thohir memastikan dirinya hadir langsung menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Pada Sabtu (25/10) sore, Menpora Erick tidak hanya memenuhi undangan, tetapi juga turun ke arena untuk mengalungkan medali kepada juara nomor putra, Carlos Yulo dari Filipina. Sorak-sorai penonton dan suasana megah arena menambah khidmat prosesi penghormatan bagi sang juara.
Menurut Erick, penyelenggaraan edisi ke-53 ini berlangsung mulus dari awal hingga akhir.
“Alhamdulillah, tujuh hari penyelenggaraan berjalan dengan lancar dan sukses. Kita menunjukkan bahwa Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang profesional, mengutamakan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan para peserta dari seluruh penjuru dunia,” ujarnya.
Erick juga menyampaikan banyak peserta menyampaikan langsung rasa puas mereka terhadap standar layanan dan atmosfer pertandingan.
“Mereka senang bisa bertanding di arena megah, dengan fasilitas lengkap dan akomodasi yang memadai. Yang lebih membuat mereka terkesan tentu saja keramahan masyarakat Indonesia. Suporter kita selalu memberikan dukungan dengan penuh semangat,” tambahnya.
Ia menegaskan keamanan menjadi faktor utama keberhasilan event ini. “Yang terpenting, para atlet merasa aman selama berada di Indonesia. Sebagai tuan rumah baru pertama kali di cabang ini, keberhasilan kita menjadi bukti bahwa Indonesia menjunjung tinggi persahabatan dan sportivitas dalam event olahraga tingkat dunia.”
Pujian tak hanya datang dari pejabat, tetapi deras mengalir dari para atlet papan atas dunia. Angelina Melnikova, peraih emas nomor all around yang berlaga di bawah bendera AIN, terkesan dengan suasana Jakarta.
“Saya suka sekali arenanya, stafnya, dan semua orang begitu ramah. Mereka selalu tersenyum,” ujar juara Olimpiade 2020 itu.
Leanne Wong, atlet Amerika Serikat peraih perak, ikut memuji layanan dan suasana selama berada di Indonesia. “Hotel kami luar biasa. Kami bisa berjalan kaki ke area latihan dan venue. Saya suka melihat pepohonan dan cuacanya menyenangkan. Secara keseluruhan, saya cinta Indonesia,” ungkap juara dunia dua kali itu.
Tak ketinggalan atlet China, Zhang Qingying, yang meraih perunggu. Ia memberi perhatian khusus pada desain visual penyelenggaraan. “Saya suka warna temanya, sangat energik,” ujar juara Asia 2023 tersebut.
Dengan beragam pujian internasional ini, Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik Ke-53 tak hanya meninggalkan kesan positif, namun juga membuka peluang besar bagi Indonesia untuk kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang-ajang global di masa mendatang. (pht)




































