KANALNEWS.co, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga mendukung lomba lari bertaraf internasional Borobudur Marathon 2017 yang akan digelar pada 19 November mendatang di kawasan Magelang Jawa Tengah.
“Pemerintah akan terus mendorong Borobudur Marathon ini sebagai upaya peningkatan prestasi olahraga khususnya lari marathon. Saya sudah dua kali mengikuti lomba ini,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi saat me-Launching Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 di Auditorium Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Jumat (19/5/2017).
Menpora menambahkan, Kementerian yang dipimpinnnya akan terus mendukung dan mensupport potensi provinsi Jateng agar Borobudur Marathon yang telah berjalan beberapa tahun ini akan berjalan sukses, aman dan tertib. “Pemerintah ingin memastikan bahwa Borobudur sebagai keajaiban dunia juga memberikan manfaat untuk berolahraga dan memastikan bahwa Borobudur adalah tempat yang pas untuk dikunjungi. Pemerintah akan selalu mendukung,” kata Menpora lebih lanjut.
“Even ini menyatukan antara pembudayaan olahraga dengan pembinaan prestasi dan menjadi momentum penting bagi induk federasi atletik untuk memastikan banyaknya talenta muda yang dapat di rekrut,” tambah Menpora.
Tak lupa pada event yang mengangkat tema reborn harmony, orang nomor satu di Kementerian Pemuda dan Olahraga itu mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jateng, Dirut Bank Jateng, Kompas dan semua yang telah mendukung sport tourism bangkit di tanah air. “Kolaborasi ini luar bias. Terima kasi kepada semua pihak yang telah mendukung untuk mensukseskan event internasional ini,” ujar Imam.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko pada kesempatan yang sama berharap melalui Borobudur marathon akan mengangkat olahraga dan meningkatakan kunjungan turis ke Jawa Tengah. “Tidak sekedar untuk berolahraga dan pariwisatanya saja tetapi kita ingin melalui kegiatan ini dapat memberikan dampak positif di masyarakat,” ucapnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Pemprov Jateng akan mengurangi jumlah peserta lomba. Borobudur Marathon telah di selenggarakan sejak 1990 ini. “Dari pengalaman yang lalu, kapasitas tempat yang belum memadai memaksa kami untuk mengurangi peserta lomba, tahun 2016 misalnya peserta yang ikut mencapai 20 ribu peserta dan ini menyulitkan peserta itu sendiri, kami tidak ingin peserta kecewa,” urainya.
“Kami ingin para peserta yang datang selain berolahraga dan berwisata dapat merasa nyaman, pesertanya dari negara Asean, Jepang dan Kenya kami batasi seluruh pesertanya 10 ribu orang, 30% peserta lokal dan 70% peserta luar negeri,” tuturnya.
Direktur Bisnis Bank Jawa Tengah Pujiono berharap melalui even Bank Jateng Borobudur Marathon perekonomian masyarakat Jawa Tengah akan mengalami dampak yang baik. “Kami selain support juga berharap sektor UMKM yang ada di Jateng dapat berkembang,” ucapnya.
Hadir pada kesempatan itu, Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, Pimred Harian Kompas Budiman Tanuredjo, pejabat kemenpora dan undangan lainnya. (Herwan)




































