KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memastikan ajang olahraga multi event SEA Games 2017 yang akan berlangsung di Malaysia pada bulan depan bukanlah menjadi tujuan utama Indonesia dalam meraih prestasi tinggi.

“Seperti yang kami laporkan ke DPR bahwan SEA Games bukanlah lagi prioritas pemerintah. Prioritas kita adalah Asian Games dan Olimpiade ditambah lagi dengan Islamic Solidarity Games. Ajang SEA Games adalah murni kita menghormati di kawasan ASEAN. Jadi dana dan pencapain hanya menjadi batu loncatan untuk ajang Asian Games dan Olimpiade,” kata Menpora pada hari Pertama Masuk Kerja dan Halal Bihalal Bersama Karyawan di Auditorium Kemenpora Jakarta, Senin (3/7/2017).

Menpora Imam Nahrawi bersama istrinya Shobibah Rohmah dan seluruh pejabat saling berbaur terbawa suasana silaturahmi.Pada sambutanya Menpora menyampaikan mohon maaf lahir dan batin jika selama memimpin Kementerian yang membidangi Kepemudaan dan Olahraga itu memiliki kesalahan.

“Saya secara pribadi mengucapkan mohon maaf lahir batin dan sekarang kita kosong-kosong ya, termasuk kepada keluarga bapak ibu semua di rumah yang selama ini telah mencurahkan ide dan pikiran untuk Kemenpora, hikmah Idul Fitri kita adalah dapat berkumpul dan ingin kembali dengan keluarga,” katanya.

Menpora yang mengaku mudik ke kampung halamannya di Sidoarjo, Jawa Timur dan Pulau Madura pada musim lebaran tahun ini menjelaskan mudik sebagai salah satu usaha untuk melestarikan kebudayaan diantanya dengan mengglar limba membuat ketupat. “Kenapa ketupat karena ada filosofinya yakni ajaran dan doktrin untuk membentuk karakter yang baik karena di sana ada kesabaran dan lain sebagainya,” ujarnya.

“Silakan lanjutkan tugas dan peran kita agar program kita berjalan baik dan lancar setelah ini kita akan menjadi tuan rumah pertemuan Menpora se-Asean, persiapan mengikuti SEA Games, tuan rumah Asian Games dan lain sebagainya, pergantian pejabat kemarin jangan menjadi penghambat melainkan sebaliknya menjadi motivasi untuk cepat bergerak termasuk dalam penyerapan anggaran,” ujar Menpora.

Ketua Umum PP PBNU KH Said Aqil yang juga hadir pada acara halal bi halal itu dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa silaturahmi adalah salah satu perintah Al-Quran dan bukan bid’ah. “Halal bihalal adalah budaya Islam Nusantara, menyambung kembali sesama kita yang masih ada kerabat dan sesama bangsa, kita harus selalu membangun silaturahmi atas dasar sesama makhluk Allah. Jadi jangan pernah kita untuk memutus silaturahmi dengan sesama,” kata Said Aqil.

“Kata Halal Bihalal sendiri memiliki arti yang sama yakni silaturahmi, kata tersebut dibuat saat jaman perjuangan tahun 1948. Saat itu Presiden Sukarno memanggil KH Abdul Wahab Hasbullah untuk berdiskusi merencanakan menggelar silaturahmi dengan tokoh-tokoh di Indonesia. Dari situlah muncul kata Halal Bihalal. Mari kita maknai silaturahmi ini dengan menambah erat persaudaraan diantara kita,” tambahnya.

Di akhir acara, KH Said Aqil Siradj mendapat kejutan dari Kemenpora karena bertepatan hari ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-64 tahun. Acara ditutup dengan bersalaman dari mulai Menpora hingga seluruh karyawan. (Herwan)