KANALNEWS.co – Jakarta, Masyarakat Sepakbola Indonesaia (MBSI) gerah dengan dualisme yang melanda persepakbolaan Indonesia yang kian hari semakin menjadi-jadi. Dan sebagai induk organisasi Sepakbola, MBSI PSSI dinilai gagal membawa tim Merah Putih berbicara banyak di kancah internasional.
Dalam diskusi yang menuntut agar saat dunia persepakbolaan Indonesia menerima hukuman dari FIFA dikarenakan tidak adanya pesenyelesaian konflik berlarut-larut antara PSSI dan KPSI berlangsung di SIWO Jaya Senayan, menghadirkan Ketua Umum MBSI Sarman El Hakim, pemerhati olah raga, Icuk Sugiarto dan Anggota MBSI, Nata S.Pane serta Budi Djarot.
Kisruh sepakbola Indonesia tak jua menemui titik terang sampai tenggat waktu akhir yang diberikan FIFA, yakni 10 Desember lalu. Alhasil, sepakbola Indonesia berada di ujung tanduk. Bukan mustahil sanksi FIFA dijatuhkan ke Indonesia.
“MBSI setuju jika FIFA memberikan sanksi kepada sepakbola Indonesia,” ujar Ketua MBSI Sarman Hakim di Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Menurutnya, saat ini prestasi sepakbola Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan menjadi peringkat 169 sebelumnya Indonesia mendapat peringkat 127 (dari 207 anggota FIFA) pada saat Piala AFF 2010.
“PSSI gagal melakukan pembinaan dan regenerasi di sepakbola,” katanya.
Selain itu Indonesia kini minim prestasi, ditambah lagi calon pemain masa depan makin susah dicari.
Selain itu, kompetisi sepakbola wanita pun sudah tidak ada lagi.
“Sebagai bangsa yang besar, Indonesia (PSSI) belum menunjukan leadership dan management yang dapat dibanggakan. Dan sepakbola Indonesia selalu masuk agenda penyelesaian konflik di FIFA,” tandasnya.
Penulis : Herwan Pebriansyah




































