KANALNEWS.co, Jakarta – PSSI Senin kemarin memenuhi undangan KONI untuk mendiskusikan upaya rekonsialiasi sepakbola nasional. Salah satu butir yang diajukan PSSI kepada KONI yakni meminta KONI untuk memberikan pengertian kepada Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) untuk sadar dan tak mencari Ketua Umum (Ketum) PSSI baru lewat Kongres Luar Biasa (KLB) yang akan digelar pada 18 Maret mendatang yang bertepatan dengan Kongres Tahunan PSSI di Palangkaraya.
“Kita sudah bertemu dengan PSSI, mereka menawarkan beberapa solusi. PSSI meminta KPSI sadar dan kembali ke PSSI. Mereka juga meminta kepada penyelenggara KLB, kalaupun harus KLB, jangan terlalu prematur untuk menggantikan ketum,” ujar Wakil Ketua Bidang Organinasi KONI yang juga sekretaris tim kecil rekonsiliasi, Sudirman kepada wartawan usia melakukan pertemuan dengan PSSI di Gedung KONI Pusat, Senin (12/3) petang.Dalam pertemuan kemarin pihak PSSI diwakili oleh Deputi Sekjen Bidang Kompetisi Saleh Mukadar, Deputi Sekjen Bidang Organisasi Hadiyandra, Direktur Legal Finanta Rudy, Direktur Bidang Luar Negeri Rudolf Yesayas, CEO PT. LPIS Widjajanto, perwakilan LPSI Llano Mahardika, dan Direktur Kompetisi Hendriyana.
Dari pihak KONI yakni tim rekonsiliasi itu sendiri yang diketuai oleh Safrudin dengan dibantu tiga anggota yakni, Sudirman, Amir Karyatin, dan Abdul Aziz Manaf. Sebelumnya pada Kamis (8/3) lalu tim dari KONI ini sudah bertemu dengan KPSI dan PT. Liga Indonesia.
Dikatakan Sudirman, pernyataan tersebut dilontarkan oleh PSSI untuk mewanarkan solusi terkait permasalahan sepak bola yang melanda di tanah air. Selain itu, solusi yang ditawarkan PSSI dalam pertemuannya bersama tim rekonsiliasi KONI adalah Harapan PSSI agar seluruh stake holder sepak bola nasional bersatu dan mengedepankan kepentingan persepakbolaan Indonesia agar menjadi lebih baik.
“PSSI itu tetap mengharapkan agar teman-teman yang ingin melaksanakan KLB sadar dan kembali ke PSSI,” terang Sudirman yang juga mantan atlet karate ini..
Lebih lanjut, Sudirman mengatakan bahwa KONI akan menyaring semua usulan yang dipaparkan oleh PSSI maupun KPSI. Rencananya kalau tidak ada halangan mereka akan bertemu kembali dua hari setelah pertemuan ini.
“Kami juga sudah menyampaikan secara gamplang pada mereka. Setelah ini, satu dua hari akan kita plenokan. Dan mengundang semuanya. PSSI dan KPSI. Rumusan dari kedua pelah pihak dan kita paparkan. Diharapkan ini bisa ada titik temu,” ujar Sudirman yang juga Perwira Menengah TNI ini.
Sementara itu Deputi Sekjen PSSI bidang Kompetisi, Saleh Ismail Mukadar mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut pihaknya sudah menjelaskan bahwa dalam kisruh ini tidak ada dualisme organisasi. Karena menurutnya tidak ada organisasi lain yang diakui FIFA selain PSSI.
“Kami menjelaskan kepada KONI bahwa tidak ada permasalah di organisasi. Karena program-program PSSI lainnya tetap berjalan normal. Yang ada permasalahan ini kan di level kompetisi, bukan organisasi. Jadi KONI meminta rekonsiliasi,” ujar Saleh dalam jumpa persnya di kantor PSSI, Senin (12/3) malam.
Oleh karena itu pihaknya meminta kepada KONI agar KPSI tidak melanggar aturan organisasi dalam hal ini statuta PSSI dengan mengadakan KLB untuk memilih Ketum baru. “Sesuai regulasi, bahwa kongres tahunan / KLB hanya bisa terjadi jika penyelenggara adalah PSSI atau lembaga lain yang ditunjuk FIFA,” ujar Saleh.
Bahkan sesuai dengan statuta PSSI tata cara untuk memilih Ketua Umum PSSI itu minimal enam bulan sebelumnya. Selain itu anggota yang meminta KLB harus sudah diverifikasi dan Exco menolak karena kuorum tidak tercapai.
“Karena itu kami tak pernah anggap (KLB). Dan yang kami bahas adalah breakaway league (ISL). Karena itu dibentuk tim khusus utk menyelesaikan masalah ini. Bukan yang lain,” ujar Saleh. Ranoe Nirawan





































