KANALNEWS.co, Solo – Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) VIII 2017 siap digelar di Solo, Jawa Tengah. Event yang berlangsung pada 10-14 November ini merupakan salah satu penyaringan bibit berbakat bagi atlet disabilitas yang berasal dari kalangan pelajar.

Panitia penyelenggara Peparpenas VIII/2017 Dr. Bayu Rahardian menjelaskan, Event ini akan diikuti oleh 621 atlet dari 29 provinsi. Lima provinsi yang absen pada gelaran tahun ini adalah Papua Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Papua Barat, dan Sulawesi Tenggara.

“Kami harus bijak melihat ketidakhadiran kelima provinsi tersebut. Ada beberapa daerah yang memang belum siap. Ada juga yang tidak punya atlet disabilitas, dana, dan kesiapan,” kata Bayu Rahardian di Solo, Jumat (10/11/2017).

Bayu Rahardian yang juga menjabat sebagai Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Kemenpora itu menambahkan, event ini bertujuan mencari bibit potensial. Mereka yang terbaik akan ditampung dalam program pembinaan seperti ragunannya disabilitas.

“Rencananya kami akan membuat sekolah Ragunan khusus untuk atlet disabilitas di Solo. Langkah awal kami akan menyaring 30 atlet terbaik pada akhir tahun nanti,” jelas Bayu.

Peparnas di Solo ini akan mempertandingan enam cabang olahraga yakni atletik, renang, bulu tangkis, bocia, catur dan tenis meja. Para atlet akan memperebutkan 471 medali dengan rincian 149 medali emas, 149 perak dan 173 perunggu.

Masing-masing provinsi maksimal mengirim 28 atlet dengan kategori tuna daksa 9 orang), tuna grahita (7), tuna rungu (6), tuna netra (6). “Event ini tak semata unjuk prestasi para atlet, tapi juga pembudayaan disabilitas dan pesan-pesan lainnya. Terpenting bahwa kesetaraan penyandang disabilitas itu mempunyai hak yang sama dalam olahraga,” paparnya.

Hal ini membuktikan keseriusan atau kepedulian pemerintah atau Kemenpora terhadap olahraga bagi penyandang disabilitas. Keramahan Indonesia terhadap olahraga difabel sangat tinggi. Menurut Bayu mungkin hanya Indonesia di dunia ini yang mempunyai event antarpelajar khusus disabilitas.

Pada kesempatn itu, Kepala Bidang Olahraga Disabilitas, Kementerian Olahraga, Ismun Dwi Karyatiningsih, mengatakan, terpilihnya Kota Solo menjadi tuan rumah Peparpenas pertama karena daerah ini merupakan pusat kegiatan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, sehingga sudah memilik fasilitasnya olahraga cukup komplet.

“Kami Peparpenas tahun ini, mengusung tema Melalui Perpapenas 2017 Kita Tingkatkan Percaya Diri dan Motivasi Atlet untuk Indonesia Hebat,” ujarnya.

Menurut dia, sejumlah fasilitas venue untuk pertandingan di Solo yang akan digunakan seperti Stadion Sriwedari untuk cabang atletik, Kolam renang Tirtomoyo Manahan cabang renang, GOR UNS tenis meja, GOR Manahan cabang bulu tangkis, dan GOR Gelanggang Pemuda Manahan cabang bocia.

Sementara itu, Kepala Seksi Olahraga Pendidikan dan Olahraga Prestasi, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Kuncoro Dwi Wibowo, menyatakan timnya siap menggelar pekan olahraga untuk pelajar difabilitas. (WAN)