KANALNEWS.co, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta kepolisian Republik Indonesia tidak membiarkan atau menunda pengusutan kasus pengaturan skor di Indonesia.
“Kepolisian tidak boleh lagi menunda pengusutan kasus tersebut. Kasus pengaturan skor itu harus segera di tindak. Jangan ditunda lagi pengusutannya,” ujar juru bicara Kemenpora Gatot S Dewa Broto di Jakarta, Sabtu (25/7/2015).
Kemenpora menurutnya sangat memaklumi tugas kepolisian yang sangat banyak. Namun, kasus pengaturan skor adalah kasus besar yang harus segera ditindaklanjuti.
Ia menjelaskan, Kepolisian bisa memulai pengusutan dari bukti-bukti yang ada serta dengan tertangkapnya wasit Indonesia yang ikut melakukan pengaturan skor pada pertandingan Timor Leste dengan Malaysia saat SEA Games 2015.”Dengan tertangkapnay wasit asal Indonesia, Saya rasa penyidik kepolisian akan lebih mudah dalam mengungkap kasus itu,” katanya lebih lanjut.
Matan Deputi V Bidang Harmonisasi Kemenpor itu juga membandingkan, Singapura saat SEA Games 2015 lalu yang langsung bertindak cepat untuk kasus pengaturan skor. Bahkan dalam hitungan tidak berapa lama setelah SEA Games, negeri Singa itu sudah punya beberapa tersangka.
“Bahkan mampu menunjukan bukti-bukti adanya pengaturan skor itu. Singapura saja bisa bertindak cepat. Maka, kita harus mampu juga,” kata Gatot.
Untuk mengungkap kasus pengaturan skor ini, Ia mengimbau seluruh pemangku kepentingan sepak bola di Indonesia harus bekerjasama dan jangan adalagi alasan undang-undang Indonesia yang lemah untuk memberi sanksi pengatur skor.
“Harus ada niatan baik dari seluruh stakeholder. Paling tidak kasus ini bisa diminimalisir,” tandasnya. (Herwan)





































