KANALNEWS.co, Jakarta – Museum Olahraga Nasional sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pemuda dan Olahraga terus melakukan berbagai persiapan dengan menggelar Focus Discussions Group (FGD) Relokasi dan Modernisasi Museum Olahraga Nasional untuk menempati lokasi baru di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta.
Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta mengatakan pada awalanya Kemenpora akan merelokasi museum olahraga ke GBK, namun setelah melalui berbagai pertimbangan dan masukan berbagai pihak akhirnya diputuskan Museum Olahgara di kawasan Taman Mini Indonesia Indah tetap beroperasi dan akan menjadi museum olahraga tradisional dan prestasi sementara untuk museum di GBK lebih difokuskan untuk olaraga prestasi minimal tingkat Asia.
“Untuk museum olahaga prestasi akan menempati Kompleks GBK dengan teknologi terkini. Kami berharap dengan relokasi ini akan lebih menggelorakan olahraga di Indonesia kedepannya,” kata Isnanta saat membuka FGD di aula Museum Olahraga Jakarta, Kamis (13/4/2017).
Kepala Museum Olahraga Nasional Herman Chaniago pada kesempatan yang sama menambahkan FGD yang digelar pihaknya dalam rangka untuk mendapat masukan, ide dan gagasan tentang konsep dan storyline Museum di Kompleks SUGBK senayan Jakarta. Untuk mematangkan konsep itu pihaknya mengahadirkan stakeholder dari BAPPENAS, Kemendikbud, Kemenkeu dan juga Pakar olahraga, Ahli permuseuman, arsitek, Jurnalis serta Tim kreatif Museum.
“Hasil dari FGD ini adalah kesepakatan dan Rekomendasi tentang Relokasi dan Modernisasi Museum Olahraga Nasional yang lebih modern dengan teknologi mutakhir sebagai destinasi wisata, rekreasi, edukasi dan menjadi ruang kontemplasi dengan tetap menjaga keaslian GBK,” kata Herman.
Menurut Herman Kemenpora melihat Museum Olahraga sebagai bagian penting dalam perjalanan sejarah dunia olahraga sehingga menempati kawasan strategis di kompleks kegiatan olahraga nasional dan idealnya memang berada di kawasan yang strategis di jantung kota dan mudah diakses seperti di kawasan Senayan.
“Museum Olahraga GBK akan memiliki nilai historis tinggi dengan menyimpan benda bersejarah dalam perjalanan olahraga Indonesia, mulai sejarah Asian Games, atlet juara dunia dan peraih medali olimpiade. Museum olahraga GBK kedepannya akan bertumpu pada rangkain kata, visual, gambar bergerak serta suarat. Paduan ini akan memberikan pengaruh yang lebih dalam kepada pengunjung, menyentuh emosi serta mampu membangun komunikasi antara pengunjung dengan tata pamer tetap yang disajikan,” kata Herman lebih lanjut.
Dengan Lokasi baru seluas sekitar 5.500 meter persegi dari sebelumnya 4.400 meter persegi Museum Olahraga nantinya terletak diantara patung Arjuna hingga pintu merah dan target pembangunan fisik harus selesai akhir tahun ini menyesuaikan dengan selesainya renovasi GBK.
Herman berharap agar museum olahraga yang selama ini kurang dikenal masyarakat luas, akan “naik kelas” menjadi salah satu tujuan wisata sejarah yang merupakan titik perhatian utama masyarakat, pelajar dan penggiat olahraga di Indonesia setelah menempati lokasi baru di GBK nantinya. (Herwan)




































