KANALNEWS.co, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga berkesempatan untuk mempromosikan penyelenggaraan ajang olahraga multi event Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang melalui pencalonan salah satu kota atau kabupaten di Tanah Air menjadi ibu kota Pemuda Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada 2018.
Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAK Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Esa Sukmawijaya mengatakan Forum Dialog dan Kerja sama Pemuda Negara-negara anggota OKI menawarkan salah satu kota di Indonesia untuk menjadi ibukota pemuda OKI dan juga mempromosikan olahraga tradisional Indonesia pada 2018 yang bertepatan dengan pelaksanaan pesta olahraga Asian Games.
“Kami mengajukan kepada OKI untuk menawarkan salah satu kota di Indonesia menjadi ibukota pemuda OKI tahun 2018,” kata Esa dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (10/4/2017).
Sebelumnya Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewabroto menerima kunjungan Presiden Islamic Confrence Youth Forum for Dialog and Cooperation (ICYF-DC) Elshad Iskandarov di Kantor Menpora. Kedatangan Elshad adalah salah satu bentuk penghargaan ICYF-DC atas keikutsertaan Kemenpora pada 3rd Session of the Islamic Confrence of Youth and Sports Minister di Istanbul Turki, 5-7 Oktober 2016.
Esa menambahkan, Kemenpora akan mengundang perwakilan seluruh kota dan kabupaten di Indonesia pada akhir April untuk mengajukan diri menjadi ibu kota Pemuda OKI dan nantinya penetapan kota atau kabupaten di Indonesia sebagai ibu kota Pemuda OKI itu juga akan diikuti kegiatan-kegiatan promosi olahraga dan kebudayaan nasional.
“Batas akhir pendaftaran salah satu kota atau kabupaten di Indonesia untuk maju sebagai Ibukota Pemuda OKI adalah pada 15 Mei. Kemenpora sia mendukung siapapun yang akan menjadi calon ibukota pemuda,” katanya.
Kepemudaan OKI masih mencari kota-kota di dunia sebagai calon ibu kota pada 2018. Sebelumnya tiga kota telah menajdi Ibukota Pemuda OKI pada 2017 yaitu Putrajaya Malaysia, Shiraj Iran, dan Fez Maroko dan pengumuman Ibukota Pemuda OKI akan dilakukan pada Oktober mendatang dengan pesaing antara lain dari Pakistan, Brunei Darussalam, dan sejumlah negara dari Afrika Tengah.
Olahraga tradisional Indonesia yang berpotensi untuk dipromosikan melalui Ibu kota Pemuda OKI, menurut Esa, antara lain enggrang dan lompat batu Nias.
ICYF-DC adalah sebuah organisasi internasional yang berbasis di Istanbul berafiliasi dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dari 57 negara anggota, dan itu merupakan organisasi pemuda dan dewan pemuda dari negara-negara OKI. ICYF-DC bertujuan melakukan advokasi untuk kepentingan pemuda, mendukung pembangunan berkelanjutan, mempromosikan pendidikan formal dan non-formal, penguatan nilai-nilai moral generasi muda dan terlibat dalam dialog antar budaya dan peradaban. (Herwan)




































