Foto ist

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI) akan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Aeromodelling 2025 di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada 22–29 November 2025. Kegiatan ini tak hanya sekadar kejuaraan, tetapi sekaligus membangkitkan industri olahraga.

Blora dipilih sebagai tuan rumah karena berdasarkan kesiapan venue yang dinilai memenuhi standar nasional. Jawa Tengah sebagai peraih peringkat kedua pada PON XXI Aceh–Sumut dianggap memiliki potensi di cabor tersebut.

Sekretaris Umum Komite Aeromodelling PB FASI, Ade Kiki, menjelaskan pelaksanaan Kejurnas kali ini juga bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Keputeraan Blora pada 11 Desember

“Tanggal 22 sampai 29 November di akhir bulan, karena mendekatkan juga dengan kegiatan dalam rangka Hari Jadi Keputeraan,” ujarnya.

300 Peserta, 13 Provinsi, dan Dorongan Ekonomi Lokal

Kejurnas Aeromodelling 2025 akan diikuti sekitar 300 peserta dari 18 provinsi. Selain atlet, kegiatan ini juga akan dihadiri perwakilan dari KONI Jawa Tengah, KONI Pusat, dan sejumlah pejabat daerah serta tokoh olahraga nasional.

Ade Kiki menyebut, selain menjadi ajang prestasi, Kejurnas Aeromodelling juga memberi dampak besar terhadap industri olahraga dan ekonomi lokal. Pasalnya, selama 10 hari penyelenggaraan, perputaran uang diperkirakan mencapai Rp2 miliar hanya dari sektor akomodasi dan logistik peserta.

“Rata-rata kebutuhan kamar mencapai 150 hingga 185 kamar hotel selama sepuluh hari. Jika satu tim saja bisa mengeluarkan biaya hampir Rp100 juta untuk akomodasi, maka totalnya bisa tembus Rp2 miliar,” ujarnya.

Perhitungan tersebut belum termasuk biaya tiket pesawat peserta dari luar daerah, konsumsi, transportasi lokal, hingga belanja masyarakat sekitar selama event berlangsung. “Itu baru hitungan kasarnya, belum termasuk pengunjung dan kegiatan pendukung lainnya,” tambahnya.

Dorong UMKM Lokal 

Kegiatan ini juga membangkitkan UMKM lokal. Panitia akan menyiapkan area khusus untuk yang ingin menjajakan barang dagangannya.

“Kita menyerahkan pengelolaannya kepada pihak lokal, dengan beberapa stan yang akan digelar di awal pertandingan, terutama pada akhir pekan. Harapannya masyarakat dan wisatawan bisa datang dan berinteraksi langsung dengan produk lokal,” kata Ade.

Keterlibatan UMKM ini diharapkan dapat memperluas dampak ekonomi, sekaligus memperkuat sinergi antara olahraga dan industri kreatif daerah.

Aeromodelling, Olahraga Teknologi yang Sedang Naik Daun

Selain sisi ekonomi, Aeromodelling juga terus berkembang seiring kemajuan teknologi, terutama dalam penggunaan drone sebagai tulang punggung pertandingan.

“Aeromodelling sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Drone menjadi backbone dalam pertandingan,” jelas Ade.

Namun, pertandingan klasik seperti free flight, control line, dan pilot race masih tetap digelar karena memiliki basis penggemar yang besar. Ajang ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju penyelenggaraan event aeromodelling tingkat internasional di MDB tahun 2028. (ads)