JAKARTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat selaku induk dari seluruh cabang olahraga berprestasi di Indonesia mengingatkan Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) dapat berjalan lancar dan tetap menjunjung tinggi sportivitas sebagai rohnya olahraga.

Hal itu ditegaskan oleh Wakil Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (29/9/2020). Purnawirawan Jenderal TNI bintang dua itu mengatakan pemilihan Ketua Umum PP PBSI harus benar-benar dengan pertimbangan yang matang mengacu kepada regulasi yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PP PBSI.

“Soal pelaksanaan Munas itu sendiri harus dilakukan secara terbuka dan memberi kesempatan kepada setiap bakal calon untuk maju. Jangan ada pemaksaan kehendak dengan menggiring satu calon untuk dipilih secara aklamasi. Kalau saat ini ada tiga calon ya hormati aturan yang ada di AD/ART dengan persyaratan yang tertuang di dalamnya,” ujar Suwarno.

“Kalau nantinya para pemilik suara hanya memunculkan satu orang calon dan disepakati dipilih secara aklamasi, itu juga sah. Karena ada aturan yang tertuang dalam AD/ART tentang itu. Tapi kalau ada calon lebih dari satu, ya, harus diakomodir. Silakan para calon itu mengadu program, dan pemilik suara mempertimbangkan masak-masak siapa di antara calon terbaik yang akan dipilih,” tuturnya.

Para pengurus, pelatih, dan atlet PB Ardes Tigaraksa Tangerang Banten

Ia menambahkan, dalam memilih Ketua Umum PP PBSI itu harus benar-benar cermat. Pasalnya, di cabang olahraga bulutangkis ini butuh anggaran yang besar untuk memenuhi kebutuhan pembinaan atletnya. Untuk itu, orang yang memimpin PBSI harus mereka yang mampu memenej organisasi dengan baik dan punya kemampuan dalam mengelola keuangan.

Selain itu, Suwarno juga mengingatkan dan sekaligus memberi saran kepada seluruh pemilik suara dalam Munas PBSI harus benar-benar memilih calon ketua umum dengan pertimbangan prestasi olahraga bulutangkis ke depan dengan mengesampingkan kepentingan pribadi maupun golongan.

“Jangan terpengaruh dengan kepentingan sesaat, yang pada akhirnya seperti membeli kucing dalam karung. Itu saran saya. Karena kita semua ingin PBSI lebih maju dan atletnya dapat mengharumkan nama bangsa di event-event internasional. Baik itu single event maupun di ajang multi-event seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

Jelang Munas, saat ini ada tiga nama calon yang muncul sebagai kandidat Ketua Umum PP PBSI untuk Munas November mendatang. Pertama Ari Wibowo, Ketua Umum Pengprov PBSI Banten yang juga pemilik tujuh sentra latihan di Provinsi Banten di bawah payung klub Ardes.

Pengusaha muda di bidang perkayuan, restoran, dan beberapa bidang usaha lainnya ini sudah siap berkompetisi dengan calon-calon lain yang ada. Di antaranya Kepala Sekretariat Presiden (KSP) Moeldoko, dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna.

Ari Wibowo sendiri secara gamblang telah memaparkan berbagai program untuk memajukan PP PBSI diantaranya dengan melakukan pemerataan pembinaan atlet bulutangkis di berbagai daerah salah satunya dengan membuka pemusatan latihan berskala nasional di wilayah tengah dan timur yang bertujuan pemerataan pembinaan atlet bulutangkis antara pusat dan daerah. (WAN)