
Kanalnews.co, JAKARTA – Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengungkap dirinya tengah melobi pemerintah terkait pembangunan kantor baru PSSI.
Rencananya, kantor baru tersebut menyasar lahan yang berada dalam Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan.
“Itu merupakan janji saya kepada publik. Saya sudah minta kepada Pak Presiden, ada lahan seluas 2.000 meter di Kompleks GBK. Tapi, itu sebelum pandemi, masa sesudah pandemi saya mau minta lagi,” kata Iriawan kepada rekan-rekan pers di Garuda Store, Jakarta.
Sebagaimana diketahui, pembangunan kantor baru federasi sepak bola Indonesia itu adalah salah satu janji Iriawan dalam program yang ia canangkan ketika mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI, 2019 silam.
“Insyaallah sekarang ada jalan keluarnya. Kami mau beli kantor, tapi bekerja sama dengan pemerintah. Kami tidak mampu beli tanah di sini sekitar dua hektar. Uangnya tidak ada,” tutur pria yang kerap disapa Iwan Bule ini.
Ia juga berujar, meski belum diakomodasi, namun dirinya telah menyasar lokasi yang berada di sebelah parkir bus dekat Lapangan Panahan, Senayan.
“Ada lahan cukup besar di sana. Kami minta itu untuk kantor PSSI,” ujarnya.
Sementara, ketika ditanyai soal pembangunan training ground untuk Timnas Indonesia, Iriawan mengaku tak bisa menuntaskannya pada periode saat ini.
“Mungkin untuk training ground di periode berikutnya. Kalau kantor, Insyaallah kami cari uang paling telat dalam tahun ini. Jadi awal tahun depan kami sudah punya kantor permanen milik PSSI. Ada kebanggaan,” ucapnya.
PSSI sendiri saat ini diketahui tengah menyewa kantor yang berlokasi di Menara Olahraga Senayan, Gedung FX Sudirman, Jakarta Pusat. Sebelumnya, PSSI juga sempat berkantor di Grand Rubina (Kuningan), kemudian pindah ke sebuah rumah di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Kantor PSSI senantiasa berpindah usai mengalami relokasi dari area Stadion GBK pada 2016 lalu saat dilakukannya pemugaran untuk persiapan Asian Games 2018. Karena itu, Iriawan mengharapkan adanya kejelasan perihal kantor PSSI, selayaknya federasi lain.
“Karena kantor kita sekarang ini enggak jelas. Pindah sana sini. Memang kantornya ada, tapi tidak ada kantor permanen seperti federasi lain,” tegasnya. (RR)




































