KANALNEWS.co, JAKARTA – Afred Riedl, pelatih kepala Timnas Senior mengeluhkan kondisi lapangan sepakbola yang kurang baik di Indonesia. Pria asal Austria itu sudah sejak beberapa tahun lampau mengeluhkan kondisi lapangan untuk pelatihan Timnas Garuda senior. Menurut pengamatannya, sebagai negeri yang masyarakatnya penyuka sepakbola tertinggi di dunia, sudah seharusnya Indonesia memiliki banyak lapangan berkualitas.
Kelangkaaan sarana dan prasarana sering dituding sebagai penyebab utama tidak kunjung membaiknya pencapaian prestasi olahraga Indonesia di pentas regional, global maupun tingkat dunia dan hal ini adalah kendala umum yang sekaligus menjadi permasalahan klasik di tingkat nasional.
Kondisi itu diperparah lagi dengan keberadaan sarana yang sudah kurang layak, terutama lapangan sepakbola, sebagai olahraga yang paling digemari, sebagian besar dari lapangan sepakbola yang ada di Jabodetabek yang merupakan barometer persepakbolaan nasional disebut-sebut sangat memprihatinkan. Dari sebuah data tersimpulkan, hanya sebagian kecil dari lapangan sepakbola di ibukota yang bisa mendukung proses pelatihan yang baik.
Dengan kondisi ini, sangat mengherankan Alfred Riedl, menurutnya, Indonesia juga termasuk negara yang sangat minim dalam hal pengadaan lapangan sepakbola sintetis. Pelatih Sergio van Dijk dan kawan-kawan di piala AFF itu menyatakan di banyak negara berkembang lainnya, keberadaan lapangan sintetis sudah seperti wajib hukumnya.
“Di Malaysia, misalnya, sudah banyak dibuat lapangan sintetis. Lapangan dengan rumputan sintetis itu tak semuanya milik Federasi Sepakbola Malaysia (FAM), akan tetapi juga institusi lain, bahkan perorangan,” ujar Riedl.
Bagaimana di Indonesia? Sejauh ini, PSSI belum memilikinya. Namun, di beberapa daerah sudah ada, walau milik perorangan. Padahal, PSSI mestinya sudah sejak beberapa tahun lalu memilikinya. Pada akhir 2010, tak kurang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyetujui keberadaan lapangan sintetis untuk PSSI tersebut.
Presiden RI ke-6 itu memang sangat menyukai sepakbola, ketika itu tampaknya sering membaca dan mendengar keluhan Alfred Riedl terkait kondisi lapangan PSSI, yang dipakai untuk latihan Timnas PSSI. Alfred Rield yang saat itu sedang mempersiapkan timnya menghadapi Piala AFF 2010, berulangkali menyatakan jika lapangan PSSI sudah tidak layak.
Oleh karena itu, ketika Presiden SBY berkesempatan menyaksikan latihan timnya di lapangan PSSI, Senayan, dan kemudian menanyakan apa keinginannya, pelatih berkebangsaan Austria itu spontan menjawab, alangkah baiknya jika federasi memiliki lapangan sepakbola sintetis.
Keinginan itu disetujui oleh Presiden SBY. Akan tetapi, entah kenapa, hingga kini lapangan latihan PSSI tetap belum berubah. Apakah karena Timnas Indonesia gagal menjuarai Piala AFF 2010 tersebut, sehingga keinginan Alfred Riedl dan para pemain timnas tidak jadi diwujudkan?
Terbetik kabar jika keberadaan lapangan sintetis tersebut akan direalisasikan tak lama lagi. Menurut rencana, perubahan lapangan latihan PSSI dari rumput biasa (konvensional) ke rumputan sintetis saat ini sedang dipertimbangkan secara serius. Tentu saja, hal ini disambut baik oleh berbagai kalangan, tak terkecuali unsur yang mewakili industri rumput sintetis itu sendiri.
“Kami siap untuk mengajukan presentasi,” kata Sandy, Manajer Bisnis PT Eltama Perkasa yang memegang lisensi produk ‘GreenFields’, produk unggulan lapangan sintesis dari Belanda. (Herwan)




































