KANALNEWS.co, Jakarta – Pemain tunggal putra Tommy Sugiarto harus tersingkir pada babak kedua turnamen BCA Indonesia Open Super Series 2015 setelah disingkirkan pebulutangkis asal Jerman Mark Zwiebler dengan tiga game, 21-16, 20-22 dan 19-21 dalam waktu 1 jam 29 menit.

Dalam laga yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta, Kamis (4/6/2015) itu, Tommy bermain antiklimas sebelumnya Ia tampil mempesona setelah mengalahkan peringkat dua dunia asal Tiongkok Lin Dan. Bahkan pada akhir set ketiga, Tommy sempat meminta perawatan kepada tim medis setelah punggungnya bermasalah.

Pemain yang mewakili klub Pelita Bakrie itu mengaku tidak menyiapkan diri untuk bermain rubber game, dan Ia mengaku pertandingan melawan Lin Dan banyak menguras tenaganya. “Saya sudah bermain maksimal, Stamina saya tidak sebagus kemarin dan set ketiga saya kehilangan fokus,” kata Tommy usai pertandingan.

Ia mengaku, Mark juga terlihat lelah setelah bermain reli-reli panjang, tapi pemain Jerman itu lebih mampu menahan poin dan mampu menahan lelahnya, hingga usai pertandingan.

Putra mantan juara dunia Icuk Sugiarto itu menyatakan menyiapkan segala keperluannya sendiri dalam turnamen ini. Dan dukungan hanya datang dari keluarga terutama sang ayah yang selalu memberinya motivasi serta sponsor dan juga satlak prima.

“Fokus saya terpecah, saya harus mengurus diri sendiri disetiap turnamen, baik transport, akomodasi, pendaftaran dan lainnya.

Namun Tommy enggan menyesali kekalahannya, dan Ia fokus untuk turnamen berikutnya. “Saya berusaha meraih poin untuk turnamen-turnamen berikutnya,” tandas Tommy.

Pada gim pertama, Tommy unggul cepat dengan skor 11-6 di paruh interval gim pertama dan Ia pun menyudahi gim satu dengan skor 21-16.

Memasuki set kedua Tommy tetap unggul dengan skor 11-7 pada pada interval babak kedua, Namun Zwiebler tak mau kehilangan game ini. Tommy sebenarnya mampu menutup set kedua ini, namun sayangnya smesh tajam saat kedudukan 20-19 nyangkut di net. Dengan kedudukan sama 20-20, Mark yang mempunyai peringkat 19 dunia terus menekan Tommy bahkan mampu meraih tiga poin beruntun untuk menutup skor 20-22.

Set ketiga juga berlangsung nyaris imbang, pada interval ketiga ini Tommy tertinggal tipis 10-11. Saat perpindahan tempat, Tommy terlihat bermasalah dengan punggungnya dan Ia meminta umpire untuk menangani punggungnya yang pernah cedera. Usai mendapat perawatan, Ia meneruskan permainan.

Setelah jual beli pukulan, akhirnya Mark menutup pertandingan set ketiga ini dengan skor tipis, 19-21. (Herwan)