KANALNEWS.Co, Jakarta – Skuad Indonesia Selection harus mengakui keunggulan klub Serie A, Italia, Inter Milan. Melalui pertarungan ketat dalam laga ekshibisi yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu malam, skuad Garuda ini harus rela menerima kekalahan dari tim Nerazzurri dengan skor 2-4.

Tim Indonesia Selection yang dibesut pelatih Nil Maizar ini menurunkan komposisi pemain dari berbagai generasi di tim nasional (timnas) Indonesia seperti pemain senior Bima Sakti, Eli Aiboy, Kurniawan Dwi Julianto  yang dipadu pemain muda seperti Abdul Rahman, Oktovianus Maniani, Patrick Wanggai dan sebagainya

Begitu pluit kick off babak pertama dibunyikan wasit asal Malaysia, Nagor Amir bin Noor Indonesia Selecition sebenarnya mencoba mengembangan permainannya. Padahal, Inter menurunkan banyak pemain utamanya. Namun, berangsur Inter kemudian menguasai pertandingan dan langsung mengurung pertahanan skuad Indonesia Selection lewat sisi kiri pertahanan yang dihuni Diego Michiels. Alhasil Inter berhasil unggul lewat Filippe Coutinho pada menit keenam.

Gol tersebut berawal dari pergerakan Jonathan yang memberi umpan ke kotak penalti, bola rebound yang didapat Diego Milito, pemain Timnas Argentina tersebut memberi umpan ke Coutinho, yang mampu dikonversi dengan gol ke gawang Indonesia yang dijaga Markus Haris Maulana. 1-0 untuk Inter.

Tak beberapa lama kemudian, Indonesia nyaris kebobolan lagi. Sebuah serangan balik Inter diakhiri tendangan Samuele Longo. Bola sudah melewati Horizon dan tinggal beberapa centimeter masuk ke gawnag, tapi keburu dihalau Abdul Rahman.

Namun setelah itu skuad Garuda mulai bangkit melalui pemain sayapya dengan memanfaatkan lebar lapangan. Lewat serangan balik yang dikomandoi oleh Oktovianus Maniani dari sayap kiri pada menit ke-12, Okto langsung memberi umpan ke tengah kepada Ferdinand Sinaga di kotak penalti tim Nerazzurri.

Namun bola tersebut gagal diraih Ferdinanddan menuju ke Cambioso. Namun Cambiasso yang mendapatkan bola, tak mampu membuang bola dengan sempurna, hingga akhirnya pemain Persidafon Dafonsoro, Patrick Wanggai yang berada di luar kotak penalti langsung disepak dengan tendangan first time-nya tanpa mampu dihalau oleh portiere Inter, Paolo Orlandoni. Skor sementar 1-1 untuk kedua tim.

Pertarungan kemudian menjadi ketat. Kedua tim saling melakukan serangan. Namun, peluang Inter lebih banyak. Bahkan, pada menit ke-24 Samuele Longo tinggal berhadapan dengan Markus Horison saat menerima umpan silang Diego Milito. Namun, tendangannya kurang sempurna dan bola lepas, kemudian dikuasai Harry Saputra.

Inter mencoba untuk kembali unggul. Beberapa usaha diciptakan oleh anak-anak asuhan Andrea Stramaccioni. Terutama lewat aksi Jonathan yang mencoba mengacak-acak pertahanan, Jonathan pun melepas tendangan keras, yang masih mampu ditahan oleh kiper Markus Haris Maulana .

Jelang pertandingan babak pertama berakhir, Inter benar-benar mengepung pertahanan Timnas. Terutama lewat sundulan Walter Samuel, namun sayang Markus yang berada di bawah mistar gawang masih bermain apik pada pertandingan tersebut.

Namun skor imbang mulai berubah, ketika Coutinho membuat gol keduanya pada pertandingan malam ini. Setelah membuat kerjasama apik dengan Jonathan dan Militto, hingga mampu diselesaikan dengan baik oleh Coutinho. Skor 2-1 untuk Nerrazuri bertahan hingga pertandingan babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Indonesia mencoba untuk mencuri peluang lebih dulu. Irfan Bachdim lolos dari kawalan saat memburu umpan terobosan. Dia kemudian memberikan umpan manis ke depan gawang, tapi Maniani gagal menyundul bola.

Namun selanjutnuya pada menit ke-62, Giampaolo Pazzini berhasil membuat gol ketiga Inter di pertandingan ini. Pazzini memanfaatkan umpan crossing dari Cambiasso, setelah lolos dari jebakan offside. Dengan mudah, eks mantan pemain Sampdoria tersebut memperbesar keadaan menjadi 3-1 untuk keunggulan Inter Milan.

Setelah itu Nil Maizar  membuat banyak perubahan di timnya, termasuk memasukkan pemain gaek Kurniawan Dwi Yulianto. Patrich Wanggai juga ditarik untuk diganti Titus Bonai. Namun, Indonesia tetap lebih sering tertekan.

Hasilnya pada menit ke-74, gawang Indonesia kembali kebobolan. Kali ini, Pazzini yang mencetak gol, setelah menerobos pertahanan Indonesia dan bekerja sama dengan Milito.Pada menit ke-85, giliran Titus Bonai yamg melakukan aksi menawan. Dia melewati empat pemain Inter dan mampu membuka peluang. Sayang tendangannya masih melambung.

Di menit-menit akhir pertandingan, Indonesia mulai melancarkan beberapa serangan berbahaya. Pada masa injury time, terobosan Valentino membuat pertahanan Inter kedodoran. Ia kemudian memberikan umpan silang kepada Joshua Pahabol. Dengan mudah, pemain Semen Padang ini memotong bola dan membuahkan gol. Skor 2-4 ini bertahan hingga akhir laga. Ranoe Nirawan

Susunan Pemain

Indonesia Selection :

Markus Haris Maulana/Syamsidar – Diego Michiel, Abdul Rahman, Harry Saputra/Valentino, Henki Ardiles/M. Bachtiar, Elie Aiboy/Kurniawan Dwi Julianto, Bima Sakti (c)/Satrio Syam, Lucky Wahyu/Busari, Octovianus Maniani/Joshua Pahabol, Ferdinand Sinaga/Irfan Bachdim, Patrick Wanggai/Titus Bonai

Pelatih : Nil Maizar

Manager tim : Ramadhan Pohan

Inter Milan :

Paolo Orlandoni/Luca Castellazzi – Ivan Cordoba, Javier Zanetti (c)/Lorenzo Cristig, Douglas Maicon, Walter Samuel/Paolo Hernan Dellafiore, Jonathan/Christiano Biraghi, Angelo Palombo/Giampaolo Pazzini, Esteban Cambiasso/Giovanni Terrani, Philipp Coutinho, Diego Milito, Samuele Longo

Pelatih :Andrea Stramaccioni

Manager tim: Andrea Butti