SONY DSC
KANALNEWS.co, Jakarta – Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) memberi tenggat waktu hingga 20 Maret mendatang untuk menyelesaikan kisruh sepakbola nasional. Bila tidak, Indonesia akan dilaporkan ke Komite Asosiasi FIFA untuk dikenakan sanksi.

Demikian bunyi satu dari enam butir surat FIFA  yang diterima PSSI pada Rabu (21/12) malam. Surat tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman yang datang ke markas FIFA di Zurich, Swiss, beberapa waktu lalu, yang melaporkan situasi terkini  sepakbola nasional, termasuk dualisme kompetisi Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL).

Laporan Farid kemudian dibahas dalam pertemuan FIFA, AFC dan PSSI saat pergelaran Piala Dunia Antarklub di Yokohama, Jepang, pada 15 Desember lalu. Hadir dari PSSI antara lain, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin, Farid Rahman dan Sekjen PSSI, Tri Goestoro, serta dari FIFA diwakili Sekjennya Jerome Valcke, serta Pelaksana Presiden AFC, Zhang Jilong.

Surat berkode  SG/tre/nst yang ditandatangani Sekjen FIFA, Jerome Valcke dan Sekjen AFC, Alex Soosay itu, seperti dibacakan jurubicara PSSI, Eddy Elison, di kantor PSSI, kemarin, Statuta FIFA pasal 18 butir 1, menyatakan, Liga atau grup sepakbola lainnya yang berafiliasi sebagai anggota FIFA harus tunduk dan diakui anggota.

Lebih lanjut Eddy mengatakan, Pasal 18 tersebut  juga dicerminkan dalam pasal 16 butir 1 Statuta AFC yang menyatakan bahwa, klub, liga Asosiasi Regional atau grup lainnya dari stake holder yang berafiliasi ke Anggota Asosiasi harus tunduk kepada dan diakui sebagai anggota Asosiasi.

Pada butir kedua,  ISL bukanlah anggota PSSI dan juga tidak dikenal PSSI. Klub-klub yang bermain di ISL, oleh karena tindakannya  mengancam kapasitas PSSI  untuk melaksanakan Statuta FIFA. Dengan demikian ini merupakan suatu yang esensial bahwa PSSI akan mengambil suatu tindakan yang layak dengan maksud agar klub-klub yang bermain di ISL kembali di bawah kontrol PSSI.

MEMBERI WAKTU SEPEKAN

Kepada klub-klub yang bermain di ISL tersebut, FIFA memita PSSI memberi waktu sepekan kepada klub-klub ISL untuk kembali ke PSSI. Apabila klub-klub tersebut tidak patuh,  segera dikenakan sanksi. Pada poin ini, PSSI sebenarnya telah menjatuhkan saksi kepada klub yang bermain di ISL berupa degradasi satu level di bawah kompetisi  seharusnya, dan denda uang.

Tak hanya klub, FIFA dan AFC juga tidak memperkenankan perangkat pertandingan, terutama wasit untuk ikut dalam kegiatan ISL. Bagi mereka yang melanggar akan diberikan sanksi.

Terhadap pemain, FIFA menegaskan bahwa mereka yang bermain di liga ISL tidak bisa ditransfer untuk bermain keluar negeri. Transfer Matching System (TMS) mereka akan dicabut, serta meminta PSSI menyampaikan daftar nama klub-klub yang ikut ISL kepada FIFA dan AFC.

Pemain yang ikut ISL juga dilarang membela tim nasional. Dengan demikian, pemain-pemain yang tergabung dengan klub ISL, seperti Safee Sali (Malaysia/Pelita Jaya), Bambang Pamungkas (Indonesia/Persija Jakarta) dan pemain nasional lainnya, tidak akan bisa membela tim nasional negaranya bila klubnya masih bermain di liga ISL.

Diungkapkan Eddy Elison, kendati PSSI telah menjatuhkan sanksi kepada klub-klub yang bermain di ISL, seperti Sriwijaya FC atau Persib Bandung, namun PSSI masih membuka tangan kepada mereka untuk kembali ke pangkuan PSSI.(ianov)