KANALNEWS.co, Jakarta – Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee – INASGOC) Erick Thohir saat bersilaturahmi dengan media di Jakarta memastikan  perkembangan  persiapan pelaksanaan ajang olahraga multi event Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang sesuai dengan jadwal.

“Sejauh ini semua pembangunan sesuai dengan rencana awal. Ada dua venues yang akan selesai pada bulan Juli mendatang di kompleks Gelora Bung Karno yakni Tennis Indor dan Hockey,” kata Erick di Jakarta, Minggu (4/6/2017) malam.

Pada kesempatan itu, Erick yang  Erick yang didampingi Wakil Ketua Pelaksana INASGOC Syafrie Syamsuddin, Sekjen INASGOC Eris Herryanto, dan Raja Parlindungan Pane sebagai juru bicara INASGOC juga menjelaskan rencana penggunan anggaran awal sebesar Rp500 miliar.

“Dalam kesempatan saya ingin menyampaikan bahwa semua deputi, yang terdiri dari Games Operation, Games Administration, Games Support, dan Games Security sudah meneliti dan merinci kegiatan-kegiatan yang akan menggunakan anggaran awal sebesar Rp 500 miliar tersebut,” jelasnya..

Menurutnya berdasarkan Peraturan Presiden nomor 48 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018, INASGOC menjadi satuan kerja sementara (Satker) di dalam Kementerian Pemuda dan Olahraga. “Jadi, setiap penggunaan anggaran yang berasal dari APBN akan memakai aturan satuan kerja sementara, sedangkan dana non-APBN akan diterapkan sesuai pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU),” katanya lebih lanjut.

Ia juga menelaskan, pihak kesekjenan INASGOC sudah mengatur mekanisme pencairannya melalui proses yang melibatkan lembaga-lembaga terkait, mulai dari koordinasi dengan Unit Layanan Pengadaan (ULP), proses ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), lalu Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), hingga perangkat perbendaharaan gabungan dari Kemenkeu dan Kemenpora.

“Hal itu dilakukan demi menjamin kelancaran, ketertiban, transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang sesuai aturan dan tetap memperhatikan prinsip efisiensi, efektif, transparan, terbuka, bersaing, dan adil,” jelasnya.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia itu juga menjelaskan bahwa struktur inti pelaksana INASGOC berdasarkan Keppres Nomor 15 tahun 2017 tentang Panitia Nasional penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018 sudah final dan tengah diajukan kepada Jusuf Kalla selaku kepada Ketua Pengarah Asian Games yang juga Wakil Presiden RI untuk disetujui.

“Intinya, ada perubahan posisi departemen di beberapa deputi dalam hal koordinasi. Contoh, jika sebelumnya departemen internasional relations dan protokol, Goverment Relations, serta legal ada di Deputi III, kini pindah ke Sekjen. Begitu pula departemen media dan PR serta akreditasi yanga walnya di Deputi II kini berada di Kesekjenan,” urainya.

Selain itu, juga terjadi perubahan nama, seperti departemen marketing kini menjadi departemen revenue dan juga terdapat penambahan departemen, yakni departemen komunikasi yang keduanya berada di Deputi II. (Herwan)