KANALNEWS.co – Jakarta, Jelang laga tim nasional kontra Arab Saudi pada 23 Maret mendatang, keberadaan Badan Tim Nasional Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (BTN PSSI) yang dipimpin Isran Noor dan Harbiansyah Hanafiah langsung menghadapi ujian berat, sebelum jajaran manajemen tim nasional (Timnas) tersebut benar-benar dikukuhkan.

Sejak Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mengumukan keberadaan BTN  beberapa waktu lalu, ujian pertama yang dihadapi BTN adalah ‘tantangan’ dari jajaran Exco PSSI yang memisahkan diri seperti Bob Hippy, Sihar Sitorus, dan Mantan Sekjen PSSI Halim Mahfudz. Mereka menolak keberadaan BTN, termasuk penunjukan pelatih timnas asal Argentina, Luis Manuel Blanco.

Namun kendala itu tak mampu menghentikan laju BTN yang direstui Ketua Umum PSSI dan mendapat dukungan 4 Exco yang pernah dipecat yaitu La Nyalla Mattalitti, Tony Aprilani, Robertho Rouw, dan Erwin Dwi Budiawan untuk mendukung penuh BTN, ditambah dukungan penuh pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, kini keberadaan BTN justru semakin kuat.

Sayang, sejauh ini, BTN belum membentuk struktur manajemen yang profesional. Beberapa nama yang sempat dikabarkan akan mengisi jabatan manajer serta administrator tim, dinilai kurang kapabel.

BTN butuh figur yang memiliki integritas, reputasi, dan kompetensi untuk membangun timnas, baik tim maupun manajemennya.

CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono mengatakan, BTN adalah badan yang akan menjadi simbol supremasi organisasi. Dengan begitu, gagal atau berhasilnya BTN dengan timnas ini akan dijadikan tolok ukur keberhasilan organisasi.

Menurutnya, selain ketua dan wakil ketua, BTN perlu memiliki pelatih yang paham kondisi pemain dan kompetisi, serta manajer yang bisa membangun manajemen yang profeisonal.

“Untuk urusan teknis, kaptennya adalah pelatih. Tidak ada satu pun pihak yang bisa melakukan intervensi ke pelatih bila menyangkut teknik dan strategi tim. Untuk manajerial tentu harus ada orang yang piawai dalam mengurus support administrasi, logistis, komunikasi dengan federasi tim-tim yang akan bertanding, juga pandai berinteraksi dengan AFC dan FIFA, serta memiliki tim yang berpengalaman mengurusi fasilitas baik saat latihan maupun bertanding, juga memiliki koneksi yang baik denga media,” ungkap Joko Driyono saat dihubungi, Senin (4/3/2013).

Dengan adanya manajemen yang demikian, lanjut Joko, timnas tentu akan mendapat dukungan maksimal sehingga mereka pun bisa konsentrasi penuh saat berlatih dan bertanding. Berbeda bila manajerial timnas ini diurus oleh yang minim pengalaman, tentu bisa menjadi kendala bagi tim.

“Contohnya bila timnas terganggu oleh hal-hal non teknis, pasti akan berpengaruh pada persiapan dan penampilan mereka. Padahal, mereka selalu dituntut untuk tampil maksimal. Jadi saran saya, Setelah BTN menunjuk pelatih asal Argentina, Luis Manuel Blanco, BTN juga benar-benar harus bisa menunjuk orang yang kapabel untuk menjadi manajer tim. Salah tunjuk, tentunya akan beresiko besar. Apalagi waktu persiapan timnas sebelum menghadapi Arab Saudi sudah sangat mepet,” papar Joko Driyono.

 

Penulis : Herwan Pebriansyah