KANALNEWS.co, Jakarta – Diego Michiels membantah semua pernyataan Manajer tim Pelita Jaya, Lalu Mara yang menyebut dirinya pindah dari klub milik Nirwan Dermawan Bakrie itu karena diancam pengurus PSSI. Pemain naturalisasi itu menegaskan, kepindahannya terkait status tim The Young Guns yang bermain di kompetisi ilegal.
“Saya tahu segala konsekwensi atas keputusan saya,” kata Diego Michiels dalam keterangan pers di Hotel Atlit Century Park Senayan, Selasa (3/1) sore. “Sayapindah bukan lantaran ditekan atau diancam, melainkan kesadaran sendiri.”
Di depan wartawan, Diego Michiels mengatakan, kedatangannya ke Indonesia untuk bermain di tim nasional. Karena itu, dirinya merasa penting mengklarifikasi berita yang menyebut kepindahannya terkait telepon dari Ketua Komdis PSSI yang juga Penanggung jawab Timnas Indonesia, Brigjen TNI Benhard Limbong. “Tak ada tekanan dari Benhard Limbong.”
Dalam surat pernyataan Diego Michiels, dia mundur karena Pelita Jaya berkompetisi di Liga Super Indonesia (LSI) yang disebut FIFA ilegal. Kompetisi yang diakui FIFA saat ini adalah Indonesian Premier Legue (IPL).
Dalam kontrak kerja pemain di semua klub resmi, termasuk kontrak Diego di Pelita Jaya disebutkan bahwa klub yang bersangkutan harus berkompetisi yang dilaksanakan PSSI, Liga, AFC maupun FIFA. Demikian juga pada pasal 79 Statuta FIFA menegaskan bahwa pemain nasional bermain di klub yang berkompetisi di bawah Federasi dan FIFA.
Karena itu, pemain yang ikut memperkuat Timnas u-23 Indonesia di ajang SEA Games 2011 lalu, memutuskan, mundur dari Pelita bukan karena orang lain. “Ini keputusan saya sendiri,” kata Diego didampingi pegurus PSSI, Rudolf Oktavinaus dan konsultan PSSI, Halim Mahfud.
Sebelumnya, Diego disebut-sebut hengkang dari Pelita ada telepon dari Benhard Limbong. Setidaknya hal itu diungkapkan Lalu Mara bahwa Limbong menelepon Diego agar segera meninggalkan Pelita Jaya, klub yang dibiayai keluarga Bakrie.
Manajernya Pelita Jaya, Lalu Mara pun melaporkan kasus tersebut ke KPSI (Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia) yang dibentuk orang-orang yang mengatasnamakan anggota PSSI. KPSI merupakan badan yang mengkalim telah mengambil alih wewenang PSSI, walau faktanya PSSI saat ini masih berjalan normal, termasuk kompetisi di semua level.(nir)




































