KANALNEWS.co, Palangkaraya – Court of Arbitration of Sports (CAS/Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional) yang bermarkas di Lausanner, Swiss, melalui keputusan sela (provision measured dismissed), Jumat (16/3) malam, menolak semua tuntutan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI). Tuntutan itu  meminta  FIFA dan  AFC mengakui penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar  di Hotel Mercure, Jakarta, pada  17-18 Maret 2012.

Keputusan sela bernomor 2736 merupakan jawaban gugatan KPSI  yang dilayangkan kepada CAS, Senin (12/3) lalu.  Wakil Ketua Komisi Disiplin PSSI, Catur Agus Saptono kepada wartawan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah,  Sabtu (17/3) , mengatakan,  keluarnya putusan CAS memberi arah jelas kepada semua pihak untuk mengelola sepakbola Indonesia.

Catur  juga menjelaskan berbagai permasalahan seperti dualisme liga, serta kerugian yang akan diderita PSSI  jika Kongres Tahunan PSSI yang  berlangsung di Palangkaraya pada  tanggal yang sama dengan gelaran  KLB KPSI di Jakarta. “Mereka melihat kerugian kami sebagai induk organisasi sepakbola resmi,” kata Catur.

Seperti ramai diberitakan, KPSI atas nama empat  mantan Komite Eksekutif (Exco)  PSSI;  Tonny Apriliani, Roberto Roew, Erwin Dwi Budiawan serta  La Nyala Mattalitti bersama 32 pengprov PSSI, Jumat (8/3) melayangkan tuntutan bernomor 2736 agar CAS mengeluarkan putusan sela terkait  pembatalan keputusan Exco PSSI yang menolak permintaan KLB dari 460 anggota PSSI dan pengakuan FIFA dan AFC terhadap KLB.

“CAS  menghormati keputusan yang telah dibuat  Exco PSSI. Karena semua berdasarkan aturan, tidak ada statuta yang  kami langgar,” ujar Catur. Apalagi PSSI   membuka pintu rekonsiliasi, seperti masalah dualisme liga dan opsi rekonsiliasi  diakuinya Liga Super Indonesia (ISL) sebagai kompetisi resmi bersama-sama  Indonesian Premier League (IPL), atau penyatuan liga menjadi salah satu agenda Kongres Tahunan PSSI yang  berlangsung di Hotel Aquarius, Palangkaraya.

Direktur Legal PSSI Rudi Finanta juga menjelaskan,  PSSI atau KPSI memang tak mau disalahkan.  Tapi sekarang dari PSSI lebih melihat bagaimana mencari jalan tengah untuk menyelesaikan  kisruh internal ini. “Kami berharap dari Kongres Tahunan PSSI ini ada solusi bagi kisruh sepakbola nasional yang sangat melelahkan,” kata dia. one