KANALNEWS.co, Jakarta – Asosiasi Pelatih Sepakbola Indonesia (APSI) meminta agar Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) bersikap tegas dalam menyikapi konflik yang terjadi di sepak bola nasional. APSI menilai, sikap FIFA selama ini tidak tegas dan terkesan mengambang.

“Seharusnya, kalau mau dijatuhi sanksi ya silahkan. Kalau pun tidak, FIFA harus turun tangan dan memberikan solusi yang nyata,” ujar Ketua Umum APSI, Gatot Haryo Sutedjo kepada Wartawan di Jakarta, Rabu (5/12/2012).

GH Sutedjo menambahkan, akibat ketidaktegasan FIFA tersebut, konflik yang sudah berjalan sejak 2 tahun lalu, belum juga teratasi. Bahkan, kini menjurus semakin pelik. Seharusnya FIFA kembali membentuk Satuan Tugas (Satgas) seperti Komite Normalisasi.

“Kondisi ini seperti dipelihara atau dipertahankan FIFA. Maklum saja, potensi penonton dan penikmat sepak bola Indonesia yang sangat besar, pasar yang besar ini membuat FIFA kesulitan menjatuhkan sanksi. Indonesia banyak memberikan keuntungan materiil,” ujarnya.

Sekjen APSI, John Halmahera menambahkan, sangat memberikan apresiasi atas kinerja tim nasional Indonesia yang tampil di ajang Piala AFF 2012. Menurutnya perjuangan Wahyu Wiji Astanto dan kawan-kawan telah memberikan permainan terbaiknya serta berjuang maksimal.

“Pemain dan tim pelatih sudah berjuang maksimal. Mereka terlihat jelas sudah mengeluarkan sekuat tenaga. Apapun hasilnya, tetap harus mendapatkan penghormatan,” tandasnya.

Berikut 6 pernyataan sikap APSI:

1. APSI prihatin atas kegagalan Timnas senior di ajang Piala AFF 2012.

2. APSI mengapresiasi pemain dan pelatih yang dalam kondisi keterbatasan mampu berjuang sekuat tenaga dan semangat tinggi.

3. APSI sangat prihatin atas kekisruhan sepak bola. Karena itu, para elite diharapkan mampu bersatu agar sepak bola Indonesia ke depannya mampu lebih baik.

4. APSI mengharapkan adanya rekonsiliasi nasional supaya menghasilkan satu kompetisi, Timnas, dan federasi.

5. APSI mengharapkan AFC dan FIFA mengambil tindakan tegas terhadap sepak bola nasional. Konflik yang sudah berjalan selama dua tahun, tidak bisa dibiarkan terus.

6. APSI berharap agar para pemilik suara di Kongres PSSI dapat bersikap dengan menitik beratkan hati nurani.

 

Penulis : Herwan Pebriansyah