KANALNEWS.co, Jakarta – Juara 2005 tim putri Petrogres memastikan satu tiket ke babak final PGN Liga Voli Indonesia (Livoli) Divisi Utama 2012 setelah mengalahkan Alko Bandung di Hall A Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/12).
Di babak final, Petrogres akan menantang juara dua kali, Bank Jatim. Pertemuan ini merupakan yang kedua setelah pada babak pul dimenangi Bank Jatim.
Petrogres, salah satu tim pembina bola voli terbaik di Tanah Air ini mengakhiri keperkasaan Alko Bandung yang sebelumnya tidak pernah kalah selama Livoli Divisi Utama 2012 berlangsung.
Pemainan menawan Alko seperti yang ditunjukkan di laga-laga sebelumnya tidak berkembang, sehingga mereka pun menyerah 2-3 (25-22, 20-25, 25-12, 19-25, 10-15) dari Petro.
Sementara itu, Bank Jatim membalas kekalahan di final tahun lalu saat melawan Popsivo Polwan. Pertarungan juga berjalan dalam lima set dan dimenangi Bank Jatim dengan 3-2 (22-25, 25-16, 26-24, 20-25, 16-14)
“Kemenangan ini berkat strategi kami dalam meredam smes keras Dhesy dan Ria. Kami sengaja memasukkan Rianita, dan itu berhasil. Bloknya sangat baik,” kata pelatih Bank Jatim, Mashudi.
Kehadiran Rian pada saat poin-poin kritis diakui pelatih Popsivo, Ansori, memang sangat membantu. “Harus kami akui, bloknya membuat serangan kami mentah,” katanya.
Menurut pelatih Alko, M Zoelni Hilnanda, kekalahan timnya karena tiga pemain intinya tidak dalam kondisi fit, yaitu toser Yulianingsih, Santi Sulasti, dan Eki Adha Yuliani. Bahkan, Santi mendapat perawatan dari tim medis dan baru keluar dari ruang perawatan setelah pertandingan berakhir.
“Kami sudah bermain all out, meskipun enam pemain utama kami terkuras tenaganya dan tiga andalan di antaranya tidak fit. Pelapis kami memang belum bisa mengimbangi enam pemain utama, sehingga kami selalu mengandalkan enam utama,” katanya.
Menurutnya, Petro lebih siap dalam pertandingan tersebut, dan para pemainnya mempunyai pengalaman lebih dibanding pasukannya. Petro mempunyai dua pemain timnas dalam laga tersebut, yaitu Lailatul Aisyah dan Novia Andriyani.
“Tim kami diisi sebagian besar oleh pemain muda, jadi main banyak kesalahan. Tapi kami bisa mengubahnya. Kami memberi ” jempol” buat mereka karena sudah ketinggalan 1-2 dan akhirnya bisa menang,” ujar pelatih Petro, David Perez.(ian)







































