Oleh: Moh Toha

KANALNEWS.co, Jakarta  – Rasa kagum sangat jelas terlihat di wajah-wajah atlet PB-PASI ketika atlet asal Kazakhstan, Olga Rypakova memberi tips sukses menjadi seorang juara. Menjadi juara tak lahir dengan instan karena butuh persiapan setidaknya empat tahun,  seperti yang ia torehkan di Olimpiade 2012  London, beberapa bulan silam.

Olga satu-satunya atlet Asia yang sukses meraih medali emas dari cabang atletik di Olimpiade London.  Ia turun di nomor loncat jangkit dengan mencatatkan loncatan sejauh 14,98 meter untuk  mengalahkan atlet putri Kolombia, Caterine Irbaguen yang mencatat loncatan 14,80 meter, lalu disusul peraih medali perunggu  atlet Ukraina, Olha Saladuha dengan loncatan 14,79 meter.

Olga yang langsung bertatap muka dengan para atlet atletik nasional Indonesia di aLapngan PB-PASI Senayan, Kamis (25/10) lalu,  tentu bukan tanpa tujuan. Ibu satu putri ini datang atas undangan  khusus Ketua Umum PB-PASI Bob Hasan.

“Olga memang sengaja saya undang ke Jakarta guna  memberi motivasi kepada atlet-atlet muda Indonesia agar mau berprestasi seperti dia,” kata  Bob Hasan didampingi Sekjen PB-PASI, Tigor Tanjung.

“Untuk meraih medali emas tentu tidak mudah karena harus membutuhkan perjuangan yang sangat berat. Saya membutuhkan  empat tahun persiapan untuk mewujudkan impian saya,” kata  Olga yang mengaku dilatih ayahnya.

Wanita dengan tinggi badan 183 Cm ini menekankan pentingnya disiplin berlatih untuk meraih sukses. Hal yang tak kalah pentingnya adalah mengatur nutrisi atau asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Menurut dia, sepekan sebelum bertanding, dia lebih banya memakan lauk berprotein tinggi seperti ikan atau daging kambing.

“Saya yakin kalau Indonesia mau pasti akan mampu melahirkan atlet-atlet  hebat karena saya melihat cukup banyak atlet potensial yang bisa dibina,” ungkap Olga yang saat itu juga ditemani suaminya.

Bob Hasan menambahkan, nomor loncat memang tengah menjadi perhatian serius pembinaan PB-PASI. Hal itu berangkat prestasi buruk yang dicatat atlet-atlet Indonesia di nomor loncat yang tidak ada satu pun yang mampu merebut medali emas di SEA Games Jakarta – Palembang lalu. Sementara dari nomor lari Indonesia berhasil mencapai prestasi maksimal dengan merebut 13 emas.

Bentuk keseriusan PB-PASI diperlihatkan dengan beberapa program lain sebelum mendatangkan Olga Rypakova ke Jakarta, di antaranya mengirim 12 pelatih khusus nomor loncat untuk mengikuti pelatihan di Hamburg, Jerman. Sejak dua pekan lalu hingga setahun ke depan, para atlet Indonesia juga ditangani oleh pelatih khusus nomor loncat asal Kazakhstan, Anatoly Chernobay.

Bob Hasan juga menjelaskan, dengan bibit-bibit muda yang kini ditangani PB-PASI, yakni berusia 16-17 tahun dengan postur tubuh di atas 170 Cm, maka Indonesia tidak lagi menjadikan SEA Games 2013 Myanmar sebagai target, tetapi Olimpiade Brasil 2016.*