Oleh: M. Rizky Alam Siregar
KANALNEWS.co, Jakarta – Indonesia harus bisa memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah BRI 7th Asian Junior Taekwondo Championship 2013 di Tennis Indoor Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, 20-23 Juni mendatang.
Momentum itu tak hanya sukses prestasi dengan mendulang banyak medali, tetapi juga harus sukses sebagai tuan rumah karena even ini merupakan representasi bangsa di dunia internasional.
Seperti diungkapkan Sekretaris Panita BRI 7th Asian Junior Taekwondo Championship 2013 Andi Prinanda kepada wartawan di Senayan, Rabu (5/6), Ketua Umum PBTI Letjen TNI Marciano Norman sangat menekankan pentingnya dua sukses dalam kejuaraan ini. Sukses pertama prestasi, serta sukses menjadi panitia kejuaraan yang diikuti 480 atlet yunior usia 14-20 tahun yang datang dari 27 negara.
Untuk itulah Indonesia menyiapkan berbagai kebutuhan untuk merebut dua sukses tersebut, seperti penyiapan atlet terbaik. Indonesia sudah membentuk tim bermaterikan 15 taekwondoin dengan target meraih tiga medali emas.
Sebagai tuan rumah, ada dua nomor yang diperlombakan dalam BRI 7th Asian Junior Taekwondo Championship 2013, yakni kyorugi (tarung) serta poomsae (jurus). Dari dua nomor itu diperebutkan 29 medali emas, yakni 20 medali dari nomor kyorugi serta sembilan dari nomor poomsae.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) BRI 7th Asian Junior Taekwondo Championship 2013, Zulkifli Tanjung, dalam kesempatan serupa menjelaskan, tim Indonesia sudah terbentuk dan sangat siap menghadapi even ini. Mereka terdiri dari sembilan atlet putra dan enam atlet putri terbaik yang dimiliki Indonesia.
“Mereka atlet terbaik yunior hasil dari gemblengan pelatnas jangka panjang yang digelar PBTI. Even ini kesempatan bagus buat mereka untuk bisa meraih poin dalam perburuan tiket ke Olimpiade Rio de Janeiro 2016,” jelas Zulkifli.
Sesuai aturan baru, maka BRI 7th Asian Junior Taekwondo Championship 2013 akan menjadi even besar pertama yang dihelat PBTI dengan menerapkan sistem penilaian atlet menuju Olimpiade 2016. Setiap pemenang mendapat enam poin, kemudian poin tersebut diakumulasikan untuk menentukan peringkat dunia.
“Peringkat terbaik otomatis lolos ke Olimpiade. Ini merupakan pertama kalinya WTF (World Taekwondo Federation) menerapkan sistem baru dalam penilaian peringkat. Indonesia sudah hampir meloloskan satu taekwondoin putra atas nama Ahmad Nabil ke Olimpiade 2016. Peluang Nabil sangat besar karena dia menempati peringkat 16 dunia,” kata Andi Prinanda.*