KANALNEWS.co, Jakarta – Ramainya kegiatan drifting di Indonesia pada akhir-akhir ini membuat drifter-drifter baru mulai tampak bermunculan. Hal tersebut terlihat dari ajang yang dibuat oleh salah satu penggagas drifting di tanah air yang juga pereli nasional, Rifat Sungkar bersama RFT Motorsport dalam acara Rifat Drifting School di sirkuit drifting, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Minggu (26/2).
Ajang yang diikuti sekitar 27 peserta ini diikuti para drifter-drifter yang belum pernah turun diajang resmi. Mereka semua diajarkan mengenai teori dan praktek bersama mobilnya masing-masing. Seluruh peserta pun dibuatkan rapor sebagai bahan evaluasi masing-masing peserta dalam menyerap ilmu drifting seperti layaknya mereka saat menempuh pendidikan formil.Rapor tersebut diantaranya meliputi persoalan teknis dan non teknis seperti masalah akselerasi, pengereman, pengambilan racing line, speed dan juga masalah faktor teknis kendaraan serta kelengkapan keselamatan peserta. “Dari rapor ini nanti mereka bisa mengevaluasi dimana kekurangannya dan apa yang perlu ditingkatkan sehingga di gelaran mendatang bisa ada peningkatan,” ujar Rifat kepada KANALNEWS.CO di lokasi acara.
Dalam gelaran tersebut drifter Syarif Ariyadi Sardjan yang memacu Toyota Cressida berhasil menjadi pemenang dengan poin tertinggi diikuti M. Diaz W yang memacu BMW diposisi kedua. Lalu berikutnya ditempati Tommy Bintang bersama Nissan Cefiro. Posisi keempat dan kelima ditempati Edwin (Nissan Silvia S14) dan Redihtama (Nissan Cefiro). “Di dalam rapor tersebut juga kita berikan komentar misalnya mobil sudah harus naik power atau sudah boleh untuk ikutan even resmi,” ujar Rifat yang juga bertindak sebagai pemberi nilai bagi peserta.Dalam gelaran tersebut drifter-drifter yang sudah sering turun di berbagai even meski tidak pernah menjadi pemenang sengaja tidak diikutkan dalam penilaian agar drifter pemula ini lebih fokus dan tidak minder.
“Ini agar yang pemula ini bisa fokus. Karena drifter-drifter baru ini juga masih perlu diasah mental dan nyalinya. Kalau yang dapat nilai tingi yang sudah sering turun di even resmi ya percuma. Karena kebiasaan orang-orang kita ini kalau yang sudah jago-jago ikut, yang baru-baru ini malas ikutan dan tidak mau ikutan lagi. Karena ajang ini sebagai pembibitan,” ujar Rifat sembari mengatakan kegiatan ini akan kembali digelar sebulan mendatang. Ranoe Nirawan







































