Foto: Shutterstock

 

Kanalnews.co, JAKARTA- dr Angelique Coetzee salah satu dokter yang mencurigai adanya varian baru Covid-19 mengungkapkan gejala yang muncul akibat virus Omicron. Ia menyebut gejalanya cukup ringan dan dialami oleh orang yang belum divaksinasi.

Dia mengungkapkan pertama kali pada 18 November lalu menerima tujuh pasien yang mengalami gejala Covid-19. Namun gejala ini berbeda dengan varian Delta.

Dilansir dari Reuters, Minggu (29/11/2021), varian Omicron terdeteksi dan diumumkan oleh Institut Nasional Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan pada 25 November 2021. Hal ini berdasarkan sampel yang diambil dari laboratorium pada 14-16 November.

Coetzee mengatakan pasien tersebut merasakan kelelahan selama dua hari, ditambah nyeri tubuh dan sakit kepala. Melihat gejala yang berbeda, ia pun melakukan tes.

“Gejala itu sangat mirip infeksi virus umum. Dan karena kami belum melihat pasien Covid-19 selama 8-10 minggu terakhir, kami memutuskan untuk melakukan tes,” katanya.

Hasil tes keluar, dan ternyata pasien tersebut dan keluarganya positif Covid-19.

Nah, masih di hari yang sama, ia juga menerima pasien dengan gejala serupa. Kian hari, ia kembali menerima pasien dengan gejala yang sama dan dites hasilnya positif Covid-19.

“Kami melihat banyak pasien Covid-19 yang terpapar varian Delta selama gelombang ketiga. Dan ini tidak sesuai dengan gambaran klinis (dari varian Delta),” katanya, seraya menambahkan bahwa dia memberi tahu NICD pada hari yang sama dengan hasil klinisnya.

“Sebagian besar dari mereka mengalami gejala yang sangat, sangat ringan dan sejauh ini tidak ada yang menerima pasien darurat. Kami bisa merawat pasien ini secara konservatif di rumah,” katanya.

Coetzee, yang juga menjabat di Komite Penasihat Menteri untuk Vaksin, mengatakan bahwa pasiennya tidak ada yang mengalami anosmia atau kehilangan indra penciuman atau perasa. Mereka juga tak mengalami penurunan kadar oksigen atau sesak napas.

Dari pengalamannya, pasien yang terpapar virus Omicron mayoritas berusia 40 tahun atau lebih muda. Bahkan hampir setengah dari pasien dengan gejala Omicron yang dirawatnya tidak divaksinasi.

“Keluhan klinis yang paling dominan adalah kelelahan parah selama satu atau dua hari. Kemudian ditambah sakit kepala dan tubuh pegal-pegal.” katanya. (ads)