Kanalnews.co, JAKARTA– Aksi pembakaran mimbar Mesjid Raya Makassar diharapkan tak ditanggapi reaksi berlebihan oleh masyarakat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat untuk menyerahkan kepada Kepolisian.

Seperti diketahui, mimbar Masjid Raya Makassar dibakar oleh pelaku berinisial KB pada Sabtu (25/9) dini hari. Polisi pun sudah menangkap pria tersebut.

Pelaku mengaku melakukan aksinya tersebut karena sakit hati denga pengurus masjid karena ditegur saat tidur di masjid.

Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, meminta masyarakat agar tetap tenang. Ia percaya polisi bakal bertindak tegas karena ini sudah menyangkut kerukunan masyarakat.

“Untuk itu, karena negara kita adalah negara hukum, maka MUI meminta agar umat islam tetap tenang, dan tidak terpancing serta tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum dan menyerahkan sepenuhnya urusan penyelesaian masalah ini kepada pihak kepolisian,” katanya.

“Tindakan pembakaran mihrab masjid yang dilakukan oleh pihak tertentu di Makassar baru-bar ini jelas merupakan tindak kekerasan dan perbuatan yang terkutuk, yang akan merusak suasana kehidupan sosial dan keagamaan di negeri ini,” katanya.

“MUI betul-betul berharap agar pihak kepolisian dan para penegak hukum lainnya bisa membongkar motif yang telah melatarbelakangi si pelaku yang telah melakukan tindakan yang tidak terpuji tersebut, yang telah menyulut keresahan, dan kemarahan di kalangan umat islam,” kata Anwar.

Oleh karena itu, Anwar berharap polisi bisa mengungkap kasus tersebut sampai ke akar-akarnya. Sebab, belakangan ini juga marak terjadi kekerasan terhadap tokoh agama.

“Tidak hanya terkait dengan kasus yang terjadi di Makassar, tapi juga yang telah terjadi di Tangerang, Batam, dan Bekasi (kasus kekerasan terhadap ustaz) dalam waktu yang belum lama berselang,” katanya. (ads)