KANALNEWS.co, Surabaya – Mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Presiden Jokowi meneruskan program yang telah dirintisnya seperti BPJS Kesehatan atau beasiswa pendidikan, bahkan kalau perlu lebih ditingkatkan lagi.

“Masyarakat masih bertanya, apakah BPJS akan dihapuskan, apakah beasiswa pendidikan akan diganti, tentu siapapun yang memimpin negeri ini akan meneruskan program pendahulunya dan meningkatkan lagi,” katanya di Surabaya, Senin (9/2/2015).

SBY sapaan akrab Susilo Bambang Yudhoyono itu bersilaturrahmi ke Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya yang dipimpin oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh. Presiden Ke-6 itu menyatakan sejak kepemimpinan Pak Soekarno (presiden ke-1) hingga Pak Jokowi (presiden ke-7) akan terus membangun masyarakat di segala bidang.

“Sejak 20 tahun lalu, dunia telah melakukan pembangunan manusia dengan tiga indeks yakni kesehatan, pendidikan, dan penghasilan yang layak. Masalahnya, tiga indeks pembangunan manusia yang disebut MDGs itu tidak mudah bagi kita, karena tidak semua dari masyarakat kita itu mampu,” katanya lebih lanjut.

Selama memimpin, Ia menetapkan sejumlah kebijakan, aksi, dan anggaran pendukung, seperti BPJS itu program bidang kesehatan secara gotong royong yakni mereka yang mampu akan membiayai kesehatan secara mandiri, mereka yang miskin akan dibiayai negara, dan dokter yang bekerja untuk program itu diberi insentif.

“RSI Surabaya yang dikelola NU (Nahdlatul Ulama) itu membuktikan NU merupakan pelopor pembangunan manusia. Dunia membutuhkan panutan tentang Islam yang dijalankan dengan benar dan NU berada di baris terdepan untuk pelopor keteduhan, pengayoman, dan Rahmatan Lil Alamin,” katanya, didampingi Ny Ani Bambang Yudhoyono. (Herwan)