KANALENWS.co, Jakarta – Untuk memastikan pemegang hak suara yang sah dalam Musyawarah Nasional Partai Golkar sebelum bulan Ramadhan mendatang, Poros Muda Partai Golkar mengingatkan agar verifikasi kepesertaan dilakukan secara komprehensif.

“Perlu dipastikan soal komposisi kepanitiaan yang netral serta tidak bermasalah dan terkait dengan verifikasi kepesertaan munas,” kata juru bicara Poros Muda Golkar Andi Sinulingga di Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Pihaknya menyambut baik inisiatif Aburizal Bakrie menggelar rapat harian perdana, Kamis yang dihadiri oleh kedua kubu yang selama ini berkonflik dan untuk memastikan konflik benar-benar berakhir melalui penyelenggaraan munas, DPP Partai Golkar harus dapat memastikan netralitas panitia serta melakukan verifikasi peserta munas.

“Poros Muda Partai Golkar berpendapat bahwa Munas Partai Golkar haruslah dipimpin oleh figur-figur yang netral dan bukan orang yang bermasalah, bukan juga orang-orang yang malah menjadi alat untuk kepentingan calon-calon tertentu,” katanya lebih lanjut.

Menurutnya, terkait dengan calon ketua umum, Poros Muda Partai Golkar menyatakan belum mengantongi nama yang akan diusung.

Pada hari Kamis, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar hasil Munas Riau menggelar rapat harian perdana sebagai ajang silaturahmi setelah kesepakatan kedua kubu atas penyelenggaraan munas bersama-sama.

Rapat harian yang dipimpin Aburizal Bakrie selaku Ketua Umum Golkar hasil Munas Riau itu belum membahas soal munas secara mendetail, hanya ada usulan-usulan agar munas diselenggarakan antara Maret dan Mei 2016, kemudian pembahasan kepanitiaannya dilakukan bersama-sama. (Setiawan)