KANALNEWS.co, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo, melantik secara resmi Mayor Jenderal TNI Muhamad Munir, sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad),  melalui Upacara Militer menggantikan Letnan Jenderal TNI A.Y. Nasution, di Aula A.H Nasution Mabesad, Jakarta, Selasa (13/03). Sebelumnya Mayor Jenderal TNI M. Munir menjabat sebagai Panglima Kodam III/Siliwangi di Bandung, sedangkan Letjen TNI A.Y. Nasution selanjutnya akan memasuki masa pensiun.

Pelantikan Pangkostrad
Dalam amanatnya Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo  mengatakan, serah terima jabatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tuntutan dinamika organisasi militer, yang bermuara pada kepentingan pembinaan satuan dan pembinaan personil, sebagai upaya optimalisasi pencapaian tugas pokok TNI Angkatan Darat bagi peningkatan kualitas kinerja organisasi melalui pengembangan kemampuan kepemimpinan, manajemen dan profesionalisme keprajuritan

Kostrad sebagai komando utama (Kotama) pembinaan dan operasional TNI harus selalu meningkatkan profesionalisme dan kadar disiplin prajurit untuk menghadapi beragam ancaman yang mengganggu integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Sebagai bagian dari prajurit TNI, maka prajurit Kostrad harus tetap menjaga jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional yang senantiasa menlandaskan diri pada landasan moral, Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI. Kostard  juga memiliki tugas pokok membina kesiapan operasional segenap jajaran komandonya, serta melaksanakan operasi tingkat strategis sesuai dengan kebijaksanaan Panglima TNI,” ujar KSAD dalam sambutannya.

Pejabat Pangkostrad lama, Mayjen TNI M. Munir (kiri) dan pejabat lama Letjen TNI AY. Nasution (kanan) dalam acara sertijab Pangkostrad di Makostrad
Menurut Kasad, jajaran Kostrad dituntut memiliki mobilitas tinggi serta mampu bereaksi cepat sebagai satuan penangkal, penindak dan pemukul  yang handal untuk digerakkan ke seluruh wilayah NKRI. Oleh karenanya, Kasad menginginkan, adanya TNI yang kuat dan siap, ini merupakan tuntutan yang mutlak guna menjamin eksistensi warga dan negara, agar rakyat dapat melaksanakan aktifitas kehidupannya dengan rasa aman ditengah kehidupan dunia yang masih dilanda berbagai konflik.

“Untuk menghadapi hal tersebut,  prajurit dan satuan Kostrad dituntut memiliki mobilitas tinggi, mampu bereaksi cepat sebagai satuan penangkal yang handal untuk digerakkan ke seluruh wilayah Nusantara, serta tanggap terhadap segala bentuk dan jenis ancaman yang timbul,” ujarnya.

Upacara serahterima jabatan (Sertijab) Pangkostrad sendiri dilakukan di halaman Markas Kostrad, Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta pada Selasa petang.

Pada kesempatan yang sama KSAD melantik Mayjen TNI Sonny Widjaya sebagai Panglima Kodam III/Siliwangi  menggantikan Mayjen TNI Muhamad  Munir dan melantik Mayjen TNI  Subekti, sebagai Panglima Kodam VI/Mulawarman menggantikan Mayjen TNI Tan Aspan.

“Demikian juga dengan Kodam III/ Siliwangi dan Kodam VI/Mulawarman sebagai Kotama Kewilayahan, bertugas menyelenggarakan pembinaan kemampuan, kekuatan dan gelar kekuatan, serta melaksanakan Pembinaan Teritorial untuk menyiapkan wilayah pertahanan di darat dan menjaga keamanan negara di wilayahnya masing-masing,” kata KSAD.

KSAD menegaskan, keterpaduan lintas sektoral yang solid dan komprehensif dengan Pemerintah Daerah, instansi dan pihak terkait, serta elemen masyarakat, harus selalu diperhatikan dan dikedepankan guna menyelesaikan beragam persoalan aktual yang berkembang di masyarakat, serta dalam rangka menciptakan kondisi sosial yang aman dan kondusif.

KSAD juga melantik Brigjen TNI Joko Sriwidodo sebagai Asisten Logistik (Aslog) KSAD menggantikan Mayjen TNI Soni Wijaya dan melantik  Brigjen TNI Dicky Wainal Usman sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) KSAD menggantikan   Mayjen TNI  Subekti.

Kepada  Staf Perencanaan dan Anggaran, serta Staf Logistik sebagai penyelenggara fungsi Staf Umum di tingkat Mabesad, KSAD minta,  perencanaan dan pengelolaan anggaran serta logistik, harus senantiasa mempertimbangkan skala prioritas dan azas manfaat dalam kerangka manajemen modern, sehingga dapat memberikan hasil yang signifikan dan maksimal.

“Pedoman sasaran program yang ditetapkan, dan pagu anggaran yang dialokasikan, dengan mengedepankan transparansi, proporsionalitas dan akuntabilitas, dalam rangka mencegah terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan sekecil apapun”, tegas Kasad. Ranoe Nirawan/Kostrad/Dispenad

 

Ranoe Nirawan/Kostrad