HMI dan Kembalinya Elit Mahasiswa
Oleh : Pramuhytaraditia
Kenapa harus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan mahasiswa, karena memang HMI adalah wadah yang mendidik mahasiswa. Sudah pasti betul bahwa mahasiswa seperti apa yang kita ketauhi, adalah agent yang memiliki peran untuk kemajuan bangsa. Atau mahasiswa adalah kelompok yang belajar tentang ilmu dan ilmunya adalah senjata untuk menyelesaikan setiap masalah yang di hadapi.
Mahasiswa secara konsep dan pemikiran tentu jauh dari matang jika di bandingkan dengan profesor, tetapi uniknya, mahasiswa memiliki kebebasan dan kemerdekaan. Dalam organisasi HMI biasanya disebut Independen. Apakah independensi ini berpengaruh terhadap mahasiswa dan pergerakanya?
Ketika membaca pergolakan pemikiran islam (Catatan Harian Ahmad Wahib) di jelaskan bahwa mahasiswa (HMI) itu harus independen. Apa itu independen? Independen itu artinya bebas, menempatkan diri sebagai insan dan himpunan yang merdeka, lepas dari tekanan-tekanan luar, dari persoon atau organisasi, langsung atau tidak langsung. Ketika kembali kepada independensi yang dimaksud oleh Ahmad Wahib kita menemukan kembali suatu keyakinan dalam diri yang insani, bahwa independen adalah kebebasan. Dan dengan kebebasanlah kita mampu melakukan pormulasi gerakan yang menuju kepada kebenaran (Memihak kepada kepentingan masyarakat banyak).
Jika sekarang posisi gerakan HMI melemah maka asumsinya kader-kader HMI tidak independen. Jika sudah seperti ini maka menurut Djohan Effendi “Maksimal kita hanya bisa menunda datangnya kekalahan,” Jadi sangat di wajarkan ketika beberapa alumni HMI meminta HMI dibubarkan saja.
Pertanyaan mendasarnya, apakah gerakan mahasiswa hanyalah demo saja?, tentu tidak, karena yang dinamakan elit mahasiswa adlah mahasiswa yang berfikir keritis, mahasiswa yang selalu melakukan pembaharuan untuk menemukan sesuatu yang baru yang sesuai dengan kondisi zaman.
Di abad 21 ini, kita menghadapi pertarungan yang sangat besar, karena kita menghadapi industri yang sangat besar dan pasar bebas. Artinya setiap orang, kelompok bisa bersaing dalam dunia pasar tersebut. Tetapi kenyataanya elit mahasiswa yang HMI sedang sibuk membenahi internal HMI, pertanyaanya mw sampai kapan kita fokus pembenahan struktural? Bukankah di era 60 HMI sudah berbicara pembaharuan?
Sudah tentu betul jawabanya, bahwa kita berada jauh dari apa yang di cita-citakan oleh HMI. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa elit mahasiswa yang HMI ini mampu keluar dari kondisi ini dan kembali kepada cita-cita HMI.
Kembali kedalam tantangan Industri besar, bahwa kader-kader HMI harus mandiri, selaras dengan independensi HMI. Mandiri disini dalam konteks berekonomi, untuk menjadi bagian pelaku usaha. Selanjutnya kader-kader HMI harus berkolaborasi, karena kita masuk kedalam tantangan Global Human Rellations, yang artinya kader HMI harus berperan aktif dalam berkomunikasi untuk menjejaring dan membentuk suatu usaha yang diperkasai oleh HMI dan bekerjasama dengan masyatakat. Dan untuk yang terakhir harus kembali kepada komposisi pergerakan sosial yang telah dijabarkan dipasal 5.
Sejatinya, independensi HMI sangat berpengaruh terhadap pergerakan HMI, baik dulu, sekarang dan masa yang akan datang.








































