KANALNEWS.co, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Fadel Muhammad mengatakan, kisruh internal di pucuk pimpinan partai beringin itu tak akan mengganggu kesiapan partai tersebut dalam Pilkada 2015.

“Kami menghimbau agar kader daerah sabar menunggu kepastian hukum soal kepengurusan partai yang sah,” kata Fadel di Jakarta, Senin, (9/3/2015).

Namun, meski kepengurusan Golkar pecah, Ia  menyatakan hal itu tak akan menghalangi keikutsertaan kader Golkar di daerah untuk berpartisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015.

“Kami (Golkar Munas Bali), sudah memberikan pengertian. Seluruh kader di daerah tetap mengacu pada hasil Munas 2009 di Riau,” katanya lebih lanjut.

Mantan Gubernur Gorontalo itu menyatakan, kepengurusan Golkar yang sah dan terdaftar di Kemenkumham saat ini ialah Golkar Munas Riau dan mengacu pada Munas 2009, Golkar masih dipimpin oleh Ketua Umum Aburizal Bakrie (ARB) dan Wakil Ketua Umum HR Agung Laksono, dan Sekertaris Jenderal (Sekjen) Idrus Marham.

Terdaftarnya struktur partai acuan Munas Riau itu, tak menghalangi kepesertaan Golkar dalam Pilkada 2015 dan hal itu juga untuk menjawab, keresahan kader di daerah yang mengkhawatirkan tak bisa mendaftarkan diri untuk ikut dalam Pilkada 2015.

Konflik internal partai Golkar hingga hari ini belum tuntas. Dua pihak, yakni kepengurusan Golkar Munas Bali memilih untuk mengajukan gugatan baru ke PN Jakarta Barat (Jakbar) untuk keabsahan. Sedangkan kubu lain, yakni Golkar Munas Ancol, memilih untuk mendaftarkan kepengurusannya lewat Kemenkumham. Dua langkah untuk mendapatkan pengakuan tersebut, dilakukan para petikai pascaputusan Mahkamah Partai Golkar (MPG) yang juga terpecah. Pecahnya kepengurusan di pucuk kepemimpinan partai berlambang Beringin itu, berakibat ketakutan kader di daerah dalam menghadapi Pilkada 2015. (Herwan)