KANALNEWS.co, Batam – Tim DVI Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri hingga kini mengumpulkan sebanyak 27 data dari Posko Ante Mortem sebagai data pembanding untuk mengidentifikasi jenazah WNI korban kapal tenggelam di Johor Bahru, Malaysia.
Kabid Dokkes RS Bhayangkara Polda Kepri Kombes Pol Djarot Wibowo mengakui pihaknya telah mengumpulkan sebanyak 27 data sebagai pembanding untuk mengidentifikasi jenazah yang sudah ditemukan, namun data tersebut belum ada yang cocok dengan 14 jenazah yang berada di RS Bhayangkara Polda Kepri maupun di RS Mersing Johor Malaysia.
“Kami juga masih menunggu tes DNA dari korban-korban tersebut untuk identifikasi. Yang jelas sampai saat ini belum ada yang cocok,” katanya di Batam, Senin (6/2/2017).
Ia menjelaskan, hingga saat ini, enam dari 20 jenazah di RS Bhayangkara Polda Kepri sudah teridentifikasi dan serahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan. Empat jenazah dipulangkan ke Jawa Timur, satu NTB dan satu ke NTT. Jenazah yang dipulangkan tersebut adalah Samsuri asal Sambijajar, Tulungagung Jawa Timur merupakan jenazah dengan kode lebel 003 yang ditemukan pada Jumat (27/1) di Perairan Kabupaten Bintan.
Serta Muhlip, jenazah berkode 013 yang merupakan warga Kampung Wijen Klebu, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kemudian pada 1 Februari kembali dipulangkan satu jenazah atas nama Zakarias asal Nusa Tenggara Timur. Pada 3 Februari dipulangkan tiga jenazah yaitu Saifur Rohman (37) beralamat di Sukodono RT004/002 Desa Sukodono, Pujer, Kabupaten Bondowoso Jawa Timur yang merupakan jenazah berlabel 004.
Pihaknya juga memulangkan jenazah Wassalam, laki-laki usia 36 tahun asal Desa Punten Barat, Kecamatan Ketapang, Sampang, Madura. Dasar identifikasi adalah data dental dan dikonfirmasi oleh Sitimah, istri korban dan terakhir jenazah Imam Mubarok laki-laki 32 tahun beralamat Desa Payaman RT03/09 Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur yang teridentifikasi dari data medis, dental, dan properti yang dikenakan serta sudah dikonfirmasi pada Anisaul selaku adik korban.
“Tim DVI RS Bhayangkara terus koordinasi dengan Malaysia untuk mengidentifikasi jenazah lainnya,” jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga. (Setiawan)







































