KANALNEWS.co, Makkah – Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel di Jeddah, mengatakan tahun ini Otoritas Haji pemerintah kerajaan Arab Saudi pada tahun ini telah mengujicobakan tenda bertingkat di Mina untuk jamaah haji dari negara-negara Teluk, seperti Uni Emirat Arab, Oman, Yaman, dan Bahrain.
Dengan uji coba itu, Jamaah haji Indonesia berpeluang untuk bisa menikmati tenda bertingkat di Mina mulai musim haji tahun 2020. “Sekarang masih eksperimen, kalau ini ada feedback dan sukses, tahun depan akan digunakan untuk perkemahan tenda Indonesia,” katanya di Makkah.
Selama ini kawasan Mina saat musim haji memang menjadi titik krusial tersendiri karena daya tampungnya yang terbatas. Di sisi lain jumlah jamaah terus bertambah. Meski begitu, Pemerintah Arab Saudi terus berupaya mencari jalan keluar dengan meningkatkan daya tampung Mina, sebagai lokasi mabit (berdiam diri) jamaah haji ketika melempar jumrah. Salah satu yang tengah dilakukan adalah dengan membangun tenda-tenda bertingkat di Mina.
“Mina akan dibangun dengan tenda bertingkat, dengan ruang per orang 2 meter persegi,” katanya lebih lanjut.
Selama ini ruang bagi jaaah di tenda-tenda Mina saat ini tak lebih 0,8 meter persegi sehingga kerap kali terjadi penumpukan jemaah di tenda-tenda Mina. “Pemerintah Arab Saudi paham betul ini adalah kesulitan yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Soal wacana tenda bertingkat di Mina ini juga merupakan salah satu usulan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin kepada otoritas penyelenggaraan haji Arab Saudi.
Dalam pertemuan dengan Menteri Haji Arab Saudi dan Gubernur Mekah beberapa waktu lalu, Lukman menyampaikan cara meningkatkan daya tampung di Mina adalah dengan membangun tenda bertingkat. “Saya meminta penambahan daya tampung tenda-tenda dan toilet di Mina bagi jemaah Indonesia, dengan cara meningkatkan bangunan tenda dan toilet,” kata Menag kepada Gubernur Mekah, Khalid al Faisal bin Abdulaziz, pada pertemuan hari Senin (12/8) 2019.
Menurut Lukman, tidak ada cara lain untuk meningkatkan kapasitas daya tampung jamaah di Mina, selain membuat tenda bertingkat. Perluasan Mina ke samping atau horizontal tidak mungkin dilakukan, mengingat syariatnya wilayah Mina ada batasannya yang ketat.
“Karena orang tinggal di luar Mina itu menjadi tidak sah dalam kaitan peribadatan haji ini,” katanya. (ANT)







































