KANALNEWS.co, Surabaya – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur Hamy Wahjunianto menyatakan partanya abstain dan tidak mengusung atau mendukung calon peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya pada 9 Desember 2015.
“Pengurus dan kader PKS Surabaya memilih abstain, dan tidak terlibat dukung-mendukung kandidat manapun,” ujar ketika dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Senin (14/9/2015).
Selain itu, dengan jumlah kader, simpatisan dan relawan PKS Surabaya mencapai 70 ribu orang sehingga sangat berpengaruh di pesta demokrasi lima tahunan tersebut, Ia mengaku tidak mengarahkan simpatisan PKS untuk memilih satu di antara dua pasangan kandidat yang sudah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
Pertimbangan utama pengurus dan kader PKS memilih abstain adalah proses penyelenggaraan Pilkada Surabaya tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan, bahkan terkesan dipaksakan.
“Artinya, siapapun yang akan menjadi pemenang Pilkada Surabaya pasti rawan gugatan,” katanya lebih lanjut.
Ia mengakui bahwa nantinya sikap politik yang diambil PKS kemungkinan juga akan diikuti sejumlah partai politik lain, khususnya yang tergabung dalam Koalisi Majapahit yang sejak awal mempersoalkan proses penyelenggaraan Pilkada Surabaya.
Sebelumnya, Sekretaris DPD PKS Kota Surabaya Achmad Zakaria menyatakan sikap partainya akan ditegaskan dalam Musyawarah Daerah (Musda), November 2015. “Sesuai arahan DPW PKS Jatim, sampai saat ini masih bersifat netral atau belum menentukan sikap,” kata anggota DPRD Surabaya itu.
Sampai sekarang, lanjut dia, posisi PKS Surabaya netral dan tak berpihak ke PDI Perjuangan selaku pengusung pasangan petahana Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana, maupun pasangan Rasiyo-Lucy Kurniasari yang diusung koalisi Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional. (Setiawan)







































