KANALNEWS.Co, Bogor – Pembangunan proyek Pusat Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga Nasional (P3SON) di bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, terancam tidak dapat selesai tepat waktu, selesai pada Desember 2012.
Hingga saat ini, pembangunan proyek yang menelan dana hingga Rp 1,175 triliun itu baru mencapai 49 persen. Sementara batas waktu pembangunan sesuai rencana awal tinggal hitungan bulan.
Menurut Heri, pelaksana pembangunan dari KSO Adhi-Wika, saat ini proses pembangunan terpaksa dihentikan sementara karena adanya beberapa titik lokasi yang longsor hingga menyebabkan bangunan amblas.
Heri mengatakan, beberapa proyek pembangunan yang dihentikan tersebut seperti pengerjaan lapangan bulutangkis, lapangan sepak bola, dan beberapa bangunan fasilitas pendukung, termasuk gedung serbaguna.
Mereka masih menunggu proses evaluasi yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akibat persoalan amblesnya tanah di salah satu lokasi gedung yang sedang dibangun itu.
“Untuk sementara ini proses pembangunan dihentikan sementara meskipun keseluruhan proyek baru selesai sekitar 49 persen,” kata Heri, Jumat (8/6).
Dengan dihentikannya proses pembangunan tersebut, Heri sendiri belum bisa memastikan apakah proyek tersebut bisa diselesaikan tepat waktunya. Pihak pelaksana proyek mengaku masih menunggu perintah untuk kembali memulai pekerjaan.
Sebelumnya, Menpora Andi Alfian Mallarangeng mengatakan pihaknya lebih mempertimbangkan faktor keselamatan secara keseluruhan dalam proyek tersebut. Untuk itu, ia akan tetap menghentikan sementara proyek Hambalang sampai ada hasil evaluasi.
Menpora berharap proyek Hambalang bisa diselesaikan tepat pada waktunya. Andi yakin, mulai tahun depan Hambalang sudah bisa menerima dan menyeleksi siswa baru sekolah olahraga.
“Targetnya memang selesai akhir tahun 2012, dan bisa membuka kelas di tahun 2013. Kami berharap tetap begitu (selesai tepat waktu). Tapi saat ini memang dihentikan sementara demi mempertimbangkan keselamatan,” ujar Menpora.
Lebih lanjut, Menpora mengaku tidak mengetahui alasan persis kenapa proyek pembangunan tersebut dilaksanakan di bukit Hambalang, yang dinilai banyak pihak tidak tepat jika melihat kondisi kontur tanah dan lokasi yang dekat dengan dua gunung berapi aktif.
“Pertimbangannya apa waktu itu, saya tidak terlalu tahu. Proyek itu sudah ada sejak zaman Dirjen Olahraga Departemen Pendidikan Nasional. Masuk ke Kemenpora itu pada 2007 dan berganti namanya dan fungsinya,” ujar Andi. (aus)








































