Foto Kanalnews.co

Kanalnews.co, PROBOLINGGO – Peringati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan menggelar lomba melukis tokoh-tokoh NU Probolinggo Raya di aula kantor PCNU Kraksaan, Minggu (19/10/2025).

Kegiatan yang digagas Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kraksaan itu diikuti sebanyak 42 peserta dari berbagai kategori, mulai tingkat SD, SMP, SMA hingga umum, se-Kabupaten Probolinggo. Lomba dimulai pukul 14.00 WIB dan berlangsung selama tiga jam.

Setiap peserta bebas membawa perlengkapan sendiri,seperti meja, palet, cat acrylic, cat air. Sedangkan panitia, hanya menyediakan canvas berukuran 30×40 cm.

Menariknya, beberapa peserta tampak menggunakan krayon sebagai media utama dalam berkarya.

Ketua PCNU Kraksaan, Gus Hafidzul Hakim Noer, mengatakan kegiatan ini menjadi bukti bahwa NU tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga memberikan ruang bagi perkembangan seni dan budaya di kalangan warganya.

“Bukan hanya jam’iyah keummatan saja, tapi NU juga bisa mewarnai generasi-generasi warganya. Maka dari itu kami adakan lomba futsal, bulutangkis, dan lukis, karena NU itu milik semua,” ujarnya.

Menurut Gus Hafidz, kali ini pihaknya memang tidak menyelenggarakan lomba-lomba yang bersifat keagamaan seperti lomba kitab atau pidato.

“Makanya sengaja, kali ini kami tidak mengadakan lomba kitab atau pidato. Itu hal yang lumrah di NU. Insyaallah ke depan, melihat antusias peserta yang ikut, Lesbumi akan lebih fokus membina seni maupun olahraga. Kalau nanti PW atau pusat mengadakan kegiatan dan kami diminta delegasi, kami sudah siap,” jelasnya.

Senada, ketua panitia, Lukman, menambahkan bahwa perlombaan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Santri yang telah dimulai sejak 17 Oktober lalu. Selain lomba melukis, juga digelar lomba futsal, voli, bulutangkis, dan pencak silat.

“Seiring dengan yang disampaikan ketua NU, perlombaan ini adalah bagian dari memeriahkan HSN. Alhamdulillah, puluhan peserta dari kalangan pelajar maupun umum ikut berpartisipasi. Diharapkan hasil karya ini bisa menjadi tonggak awal kebangkitan kesenian di Probolinggo, khususnya seni rupa,” ujarnya.

Ia menambahkan, karya para peserta rencananya akan dipamerkan pada puncak acara HSN akhir Oktober mendatang.

“Mengenai tanggal pameran masih menyusul. Harapannya, NU yang peduli terhadap seni dan budaya bisa melanjutkan kegiatan serupa di event berikutnya, baik seni rupa maupun kesenian lainnya. NU ini organisasi yang memayungi semua aspek kehidupan masyarakat, bukan hanya dalam hal keagamaan,” imbuhnya.

Salah satu peserta, Nurkholis (41), asal Sumenep yang telah 15 tahun tinggal di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, mengaku mengikuti lomba ini untuk menambah relasi di kalangan seniman.

“Kalau gak gini, gak ketemu seniman-seniman lain,” ujarnya sambil tersenyum.

Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilanjutkan agar geliat seni di Probolinggo semakin hidup.

“Masa gak bisa kayak Jogja, Probolinggo ta?” katanya, disambut senyum istrinya yang setia mendampinginya selama lomba berlangsung.(Fafa)